Venezuela sebelumnya diguncang dua gempa bumi berkekuatan di atas magnitudo 7 yang terjadi secara beruntun. Hingga kini, jumlah korban tewas dan orang yang masih dinyatakan hilang terus bertambah. Di tengah operasi pencarian, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang pria yang terjebak selama lima hari dalam keadaan hidup. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui bahwa tingkat keparahan bencana jauh lebih buruk dari perkiraan semula, sehingga telah menyiapkan 10.000 kantong jenazah untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
EtIndonesia.com Kawasan permukiman di Venezuela yang luas berubah menjadi puing-puing. Meskipun masa emas penyelamatan (golden rescue period) telah lama berlalu, tim penyelamat tetap menyisir reruntuhan tanpa henti dan berhasil menyelamatkan seorang pria yang terjebak selama lima hari.
Pria yang berhasil diselamatkan mengatakan: “Saya bersyukur kepada Tuhan saya. Dialah yang menyelamatkan saya dan mengirimkan para malaikat-Nya. Siapa para malaikat itu? Mereka adalah orang-orang yang bekerja tanpa kenal lelah untuk menyelamatkan saya.”

Seiring berlalunya waktu, upaya penyelamatan menjadi semakin sulit. Tim penilai PBB bersama tim pencarian dan penyelamatan dari berbagai negara telah dikerahkan ke lokasi bencana. Selain terus melakukan operasi pencarian, mereka juga mulai mengadakan pengadaan sebanyak 10.000 kantong jenazah.
Utusan Khusus PBB, Gianluca Rampolla del Tindaro mengatakan: “Saya bisa memberikan gambaran angkanya. Hal ini telah disepakati bersama para pejabat pemerintah setempat. Saat ini kami sedang melakukan pengadaan 10.000 kantong jenazah.”
Di tengah bencana ini, muncul kabar duka bahwa istri dan anak dari Lucas Trejo, pesepak bola asal Argentina yang bermain di liga divisi dua Venezuela, turut menjadi korban meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Sementara itu, bantuan kemanusiaan internasional terus berdatangan ke wilayah terdampak. Tim penyelamat dari berbagai negara juga masih berpacu dengan waktu, berharap dapat menemukan lebih banyak korban yang selamat di antara puing-puing bangunan.
oleh Lin Yu-tang dan Huang Yu-kai, NTD Asia Pasifik.


