EtIndonesia.com Setelah pada 7 Juli malam militer Amerika Serikat menyerang sekitar 80 target militer Iran, pada 8 Juli militer AS kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran dengan menargetkan sekitar 90 sasaran militer di wilayah pesisir negara tersebut.
Menurut pengumuman Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada malam 8 Juli, gelombang serangan udara terbaru itu bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal dagang dan warga sipil di Selat Hormuz.
CENTCOM menyatakan bahwa sekitar 90 target militer diserang, meliputi:
- Sistem pertahanan udara.
- Fasilitas pengawasan pantai.
- Gudang penyimpanan rudal dan drone.
- Aset Angkatan Laut Iran.
- Infrastruktur logistik militer.
Sebelumnya, pada 7 Juli, militer AS telah menyerang sekitar 80 target militer Iran, termasuk lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menurut pihak AS, serangan tersebut merupakan respons terhadap dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran melalui serangan terhadap kapal-kapal dagang. Sebelum itu, tiga kapal dagang yang berlayar di Selat Hormuz dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan bahwa pasukan AS tetap berada dalam kondisi siaga tinggi, memiliki kekuatan tempur yang besar, dan siap melaksanakan setiap perintah dari Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump saat menghadiri KTT NATO telah memperingatkan Iran bahwa militer AS mungkin akan kembali melancarkan serangan, namun terlebih dahulu akan melihat respons dari pihak Iran.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada 8 Juli menyatakan bahwa angkatan laut dan angkatan udaranya telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.
Di sisi lain, artikel ini menyebut bahwa meskipun Iran menunjukkan sikap keras dalam menghadapi konflik, negara itu juga berupaya mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Presiden Trump kembali mengatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan.
“Mereka menelepon belum lama ini. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Saya hanya tidak tahu apakah mereka layak mendapatkan kesepakatan itu. Saya juga tidak tahu apakah mereka akan mematuhinya. Itulah masalahnya,” ujarnya.
Trump kembali menegaskan bahwa setiap serangan Iran akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
“Kami baru saja memberikan pukulan yang sangat keras kepada mereka. Saya mengatakan kami mengalahkan mereka dengan perbandingan 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan membalas dua puluh kali lebih kuat… Mereka menyerang kami, kami akan membalas dengan lebih keras lagi,” katanya.
CENTCOM juga membagikan foto dan video terbaru melalui akun resminya di platform X yang memperlihatkan pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Unggahan tersebut menunjukkan bahwa pada 8 Juli, lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS sedang berpatroli di perairan Timur Tengah.
Sementara itu, menurut laporan terbaru dari Iran International, militer Iran pada 9 Juli menyatakan telah meluncurkan serangan drone terhadap sejumlah sasaran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia, termasuk:
- Sistem pertahanan udara Patriot di Kuwait.
- Fasilitas satelit peringatan dini di Qatar.
- Fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Bahrain.
Militer Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap Iran, serta menegaskan akan terus melanjutkan operasi militernya.
Dilaporkan oleh Jin Hong/Disunting oleh Li Quan


