AS Meningkatkan Tekanan terhadap Iran, Perundingan Mengenai Selat Hormuz dan Situasi Regional Berlangsung di Oman

EtIndonesia.com Perkembangan terbaru di Timur Tengah menunjukkan bahwa Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Iran. Washington menuntut Teheran untuk memberikan pernyataan publik dan komitmen bahwa seluruh jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur transportasi energi terpenting di dunia, akan tetap terbuka dan bahwa Iran tidak akan lagi menyerang kapal-kapal yang melintas.

Di saat yang sama, kedua pihak terus melanjutkan proses perundingan melalui para perwakilan mereka di Oman.

AS mengajukan tuntutan tegas kepada Iran

Pada Jumat (10 Juli), Amerika Serikat menyampaikan tuntutan yang jelas kepada Iran, yaitu:

  • menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz;
  • tidak mengenakan biaya atau pungutan apa pun kepada kapal yang melintas;
  • secara terbuka menyatakan bahwa seluruh jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka.

Menurut pihak Amerika, apakah Iran bersedia memberikan komitmen tersebut akan mempengaruhi kelanjutan perundingan dan langkah-langkah yang akan diambil Washington selanjutnya.

Iran dan pihak mediator bertemu di Oman

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Oman pada Sabtu (11 Juli) untuk membahas:

  • hubungan bilateral;
  • situasi regional;
  • masalah Selat Hormuz.

Sementara itu, Amerika Serikat membatalkan rencana kunjungan langsung dan memilih menggunakan negara-negara mediator seperti Qatar dan Pakistan untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung serta melakukan koordinasi jarak jauh dengan perwakilan Iran di Oman.

Trump: Gencatan senjata  Juni telah berakhir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat menyatakan bahwa setelah Iran meminta diadakannya perundingan, Amerika Serikat telah menyetujuinya.

Namun, Trump juga menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata yang dicapai kedua negara pada  Juni sudah berakhir.

Pemerintah AS menuduh Iran telah melanggar kesepakatan tersebut dengan beberapa kali menembaki kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, sehingga menimbulkan keraguan mengenai keseriusan dan kemampuan Iran dalam menjalankan perundingan terkait program nuklirnya.

AS menuntut Iran mengakui kesalahan

Mengenai serangan terhadap kapal dagang yang terjadi pekan ini, pejabat AS mengatakan bahwa Iran secara tertutup mengakui serangan tersebut dilakukan oleh kelompok garis keras yang tidak terkendali dan berusaha menggagalkan gencatan senjata.

Karena itu, Washington meminta Iran untuk secara terbuka mengakui kesalahan tersebut paling lambat pada hari Sabtu.

Laporan CNN: Aktivitas baru terdeteksi di fasilitas nuklir Iran

Menurut laporan CNN yang mengutip analisis citra satelit eksklusif, sejak akhir Juni hingga awal Juli terdeteksi aktivitas baru di sejumlah fasilitas nuklir dan fasilitas rudal di Iran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa aktivitas tersebut dapat mengindikasikan upaya Teheran untuk membangun kembali sebagian fasilitas nuklirnya.

AS menuntut Iran menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi

Berdasarkan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Mei tahun lalu, Iran disebut memiliki lebih dari 900 pon (sekitar 408 kilogram) uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi.

Pemerintah AS menyatakan bahwa setiap kesepakatan mengenai program nuklir Iran harus mencakup kewajiban bagi Iran untuk menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi tersebut.

Washington menegaskan bahwa jika Iran menolak, Amerika Serikat masih memiliki berbagai pilihan tekanan, termasuk: tindakan militer; sanksi ekonomi; serta langkah-langkah lainnya.

Laporan intelijen: Dugaan ancaman terhadap Trump

Selain itu, beredar laporan bahwa Israel telah membagikan informasi intelijen terbaru kepada Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Iran sedang mempertimbangkan rencana baru untuk melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Trump.

Sebelumnya, Trump telah memperingatkan bahwa jika Teheran berupaya melaksanakan rencana pembunuhan terhadap dirinya, maka militer AS siap meluncurkan 1.000 rudal untuk menghancurkan Iran secara menyeluruh.

Israel juga mengirim sinyal keras

Di saat yang sama, Israel juga mengirimkan pesan tegas kepada Iran dengan menyatakan kesiapan untuk melancarkan “serangan independen” ketiga apabila dianggap diperlukan.

Laporan oleh Guo Yuexi, reporter NTD Television 

INSPIRASI ERABARU

Membangun Nostalgia Hari Ini: Apa yang Akan Diingat Anak-Anak Anda di Masa Depan?

Perjalanan berkemah tahunan, buku cerita favorit, atau tradisi hari raya dapat menjadi kenangan emosional yang melekat sepanjang masa kanak-kanak.oleh Walker LarsonKata nostalgia berasal dari...

Cara Mengurangi Ketergantungan Anak pada Layar dan Mengajak Mereka Kembali Bermain di Alam Terbuka

Sekarang waktu di depan layar telah menjadi bagian utama masa kanak-kanak bagi jutaan keluarga. Perangkat digital dirancang untuk menarik dan mempertahankan perhatian jauh lebih...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine