Amerika Serikat Mengeluarkan Ultimatum Terakhir, Menuntut Iran Menjamin Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz

EtIndonesia.com Negara-negara yang menjadi mediator dalam konflik Timur Tengah sedang melakukan upaya diplomatik secara intensif untuk memfasilitasi konferensi telepon multilateral antara Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Di saat yang sama, Amerika Serikat telah mengeluarkan ultimatum terakhir kepada Iran, menuntut Teheran agar secara terbuka berjanji menghentikan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Menurut laporan situs berita Axios, yang mengutip tiga pejabat pemerintah AS, pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyampaikan ultimatum kepada Iran agar sebelum batas waktu pada Sabtu (11 Juli), pemerintah Iran secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menghentikan serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Jika tidak, Iran akan menghadapi konsekuensi.

Amerika Serikat secara tegas meminta Teheran untuk:

  • mengakui secara terbuka bahwa jalur strategis Selat Hormuz tetap terbuka;
  • berjanji menghentikan serangan terhadap kapal-kapal dagang;
  • menjamin seluruh jalur pelayaran di selat tersebut tetap bebas dilalui tanpa dikenakan biaya atau pungutan apa pun.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios: “Jika Iran tidak memberikan komitmen secara terbuka, maka itu tidak akan menjadi hari yang menyenangkan bagi mereka.”

Delegasi tingkat tinggi AS menuju Oman

Sementara itu, menurut laporan CBS News, Amerika Serikat telah mengirim delegasi tingkat tinggi ke Oman untuk mengikuti perundingan.

Delegasi tersebut terdiri dari:

  • Wakil Presiden JD Vance,
  • Menteri Luar Negeri Marco Rubio,
  • Utusan Khusus Presiden Steve Witkoff,
  • serta penasihat sekaligus menantu Presiden, Jared Kushner.

Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa keempat negara telah menyetujui penyelenggaraan pembicaraan melalui telepon. Para mediator sedang berupaya agar pembicaraan itu dapat berlangsung bersamaan dengan kunjungan Araghchi ke Oman pada Sabtu 11 Juli.

Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap kapal tanker

Awal pekan ini, tiga kapal tanker komersial milik Qatar dan Arab Saudi dilaporkan diserang.

Insiden tersebut mendorong militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara balasan terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran.

Sebagai balasan, Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Menurut pejabat Kementerian Kesehatan Iran, serangan udara AS terhadap enam kota di Iran menyebabkan sedikitnya:

  • 17 orang tewas;
  • 115 orang terluka.

Perbedaan sikap di dalam pemerintahan Iran

Mengenai serangan terhadap kapal-kapal tanker tersebut, kembali muncul dua pandangan berbeda di kalangan elite Iran, yang menunjukkan adanya persaingan internal yang cukup tajam.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi secara terbuka menuduh Amerika Serikat telah melanggar perjanjian gencatan senjata.

Namun, menurut sejumlah pejabat tinggi AS yang berbicara kepada media, para pejabat Iran secara tertutup mengakui bahwa serangan-serangan baru-baru ini di Selat Hormuz berasal dari “unsur yang bermasalah di dalam sistem mereka sendiri.”

Mereka disebut menyalahkan faksi garis keras di dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Pemimpin baru Iran mengancam akan membalas dendam

Di ruang publik, kelompok garis keras Iran tetap menunjukkan sikap yang keras.

Pada hari Sabtu, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Khamenei Muda, menulis di platform media sosial X bahwa ia bersumpah akan membalas kematian Ali Khamenei Senior, yang menurut laporan tersebut tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Ledakan di Teheran picu kepanikan

Pada Sabtu pagi, terdengar ledakan keras di bagian timur Provinsi Teheran yang sempat menimbulkan kepanikan warga.

Namun kemudian media pemerintah Iran, mengutip pejabat setempat, menjelaskan bahwa suara ledakan tersebut berasal dari pemusnahan amunisi sisa perang secara terkendali, yang merupakan operasi yang telah direncanakan sebelumnya dan tidak membahayakan masyarakat.

Harga minyak melonjak

Seiring kembali memanasnya konflik di kawasan Teluk yang belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, pasar energi global mulai merasakan dampaknya.

Setelah mengalami penurunan selama beberapa minggu berturut-turut, harga minyak mentah internasional pada pekan ini mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam hampir delapan minggu terakhir.

INSPIRASI ERABARU

Membangun Nostalgia Hari Ini: Apa yang Akan Diingat Anak-Anak Anda di Masa Depan?

Perjalanan berkemah tahunan, buku cerita favorit, atau tradisi hari raya dapat menjadi kenangan emosional yang melekat sepanjang masa kanak-kanak.oleh Walker LarsonKata nostalgia berasal dari...

Cara Mengurangi Ketergantungan Anak pada Layar dan Mengajak Mereka Kembali Bermain di Alam Terbuka

Sekarang waktu di depan layar telah menjadi bagian utama masa kanak-kanak bagi jutaan keluarga. Perangkat digital dirancang untuk menarik dan mempertahankan perhatian jauh lebih...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine