Topan “Bavi” Membawa Hujan Lebat ke Wilayah Utara Tiongkok, Banyak Daerah Dilanda Banjir Parah

Setelah mendarat di pesisir Provinsi Zhejiang, Tiongkok, topan sangat kuat Bavi terus bergerak ke arah utara, membawa angin kencang dan hujan lebat ke berbagai wilayah di Tiongkok Timur, Tiongkok Utara, dan Tiongkok Timur Laut. Menurut laporan, cuaca ekstrem tersebut telah memicu banjir besar. Di Chengde, Provinsi Hebei, sejumlah desa terendam banjir, banyak kendaraan hanyut, bahkan ada warga yang ikut terseret arus. Sementara itu, di Shenyang, Provinsi Liaoning, jalan-jalan berubah menjadi sungai; sebagian warga terlihat menggunakan perahu, berenang, bahkan berselancar di tengah genangan.

EtIndonesia.com Pada 14 Juli, pusat Topan Bavi telah bergerak ke wilayah Yantai, Provinsi Shandong, dan terus bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 35 kilometer per jam.

Sebelumnya, Bavi dua kali mendarat di pesisir Zhejiang menjelang tengah malam 11 Juli. Angin dan hujan yang sangat kuat menyebabkan banyak pohon tumbang, banjir di berbagai daerah, tanah longsor di wilayah pegunungan, serta gelombang besar di kawasan pantai. 

Pada 12 Juli pagi, pusat topan bergerak ke Hangzhou, kemudian memasuki Anhui. Pada sore 13 Juli, topan memasuki wilayah Xuzhou, Jiangsu, dan pada 14 Juli bergerak melintasi Semenanjung Shandong menuju bagian utara Laut Kuning.

Menurut laporan, sekitar 2 juta penduduk Zhejiang dievakuasi sebelum topan tiba. Banyak daerah menghentikan kegiatan kerja, sekolah, dan transportasi umum. Warga juga berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok hingga rak-rak supermarket sempat kosong.

Pada 13 Juli, seorang petani dari Ningbo, Zhejiang, bermarga Zhang mengatakan kepada NTD bahwa angin kencang dan hujan deras telah menyebabkan kerugian besar pada sektor pertanian. Seluruh 21 mu (sekitar 1,4 hektare) rumah kaca sayuran miliknya hancur diterjang badai.

“Banyak daerah sudah kebanjiran. Kami tinggal di dekat pantai dan anginnya sangat kencang, bertiup sepanjang hari tanpa berhenti. Semua rumah kaca yang belum sempat melepas plastik penutupnya rusak dan roboh. Yang paling parah bahkan tercabut hingga ke akarnya. Kerugiannya sangat besar, sampai rasanya ingin menangis,” katanya. 

Shanghai juga terdampak angin kencang. Menurut laporan, peredam massa (tuned mass damper) seberat sekitar 1.000 ton di dalam Shanghai Tower, gedung tertinggi di kota itu, terlihat bergoyang cukup jelas—fenomena yang disebut jarang terjadi. Di pesisir Qingdao, Shandong, ombak besar menerjang hingga air laut meluap ke jalan raya.

Sejak 12 Juli, sejumlah provinsi seperti Jilin, Liaoning, Hebei, Shandong, Jiangsu, dan Anhui terus diguyur hujan lebat yang memicu banjir di berbagai wilayah.

Pada 13 Juli, hujan deras di Kabupaten Kuancheng, Chengde, Hebei, menyebabkan permukaan sungai naik hampir 2 meter, sementara genangan di beberapa lokasi mencapai kedalaman 3 meter. Banyak kendaraan hanyut, bahkan ada warga yang dilaporkan ikut terseret bersama kendaraannya.

Warga setempat mengatakan bahwa banyak desa terendam banjir, ternak seperti sapi dan kuda hanyut terbawa arus, jalan-jalan terputus, jembatan rusak, serta terjadi pemadaman listrik dan gangguan pasokan air.

“Upaya penyelamatan sangat sulit. Hujan sudah turun selama dua atau tiga hari. Di Qian’an dan Zunhua (Provinsi Hebei) keadaannya juga sangat parah. Air bahkan sudah mencapai atap rumah. Seluruh warga desa sedang menunggu bantuan,” ujar seorang warga Kuancheng bermarga Wang. 

Warga lain bermarga Zhao mengatakan: “Sudah beberapa hari hujan turun terus di Kuancheng. Sebuah desa kecil bernama Xibingjiao sudah terendam hingga melewati atap rumah. Banyak orang hanya bisa berdiri di atas atap. Rumah-rumah itu jelas sudah tidak bisa ditempati lagi.”

Di beberapa wilayah Hebei juga muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan pembukaan tanggul untuk mengalihkan banjir. Di Sanhe, Kota Langfang, sejumlah warga dilaporkan berusaha mencegah pemerintah membuka tanggul sehingga sempat terjadi ketegangan antara warga dan aparat.

Di wilayah timur laut Tiongkok, situasinya juga disebut sangat serius. Pada 13 Juli, jalan-jalan di Shenyang berubah menjadi sungai. Beberapa warga menggunakan perahu untuk bepergian, bahkan ada yang berenang dan berselancar di jalan yang tergenang. Pemerintah setempat telah menghentikan kegiatan sekolah, pekerjaan, operasional usaha, dan transportasi umum.

Pada 14 Juli, seorang warga Shenyang bermarga Wang mengatakan kepada NTD bahwa hujan deras masih terus berlangsung. Banyak kendaraan terendam banjir dan hampir semuanya mengalami kerusakan total.

“Situasi di Liaoning sekarang sangat serius. Fushun merupakan daerah yang paling parah, disusul Shenyang, Dalian, dan Liaoyang. Banyak tempat sudah kebanjiran. Sistem drainase tidak mampu mengalirkan air. Mobil saya sudah rusak total,” katanya. 

Pemerintah Provinsi Liaoning telah mengaktifkan status tanggap darurat banjir tingkat II dan mengevakuasi lebih dari 260.000 penduduk.

Seorang warga Distrik Shuncheng, Kota Fushun, bermarga Li mengatakan bahwa hujan yang terus turun telah memicu banjir bandang. Rumah-rumah terendam dan banyak jalan mengalami kerusakan berat.

“Beberapa hari ini hujan terus turun. Arus air di Distrik Shuncheng sangat deras. Air banjir dari pegunungan menghancurkan banyak jalan. Sekarang hujan semakin deras dan kendaraan juga mulai hanyut,” ujarnya. 

Wilayah pesisir Liaoning juga mengalami kerusakan akibat gelombang besar. Di Dalian, ombak menghantam kawasan pantai hingga mengangkat batu paving dan merusak berbagai fasilitas di sepanjang pesisir.

Menurut statistik Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok, akibat hujan deras pada 12–13 Juli, sebanyak 46 sungai di Zhejiang, Fujian, Anhui, Jiangxi, dan wilayah lainnya mengalami banjir dengan ketinggian air melampaui batas siaga.

Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa seiring Topan Bavi terus bergerak ke utara, wilayah Anhui, Jiangsu, Shandong, dan Tiongkok Timur Laut masih berpotensi mengalami hujan lebat. Risiko banjir bandang dan tanah longsor juga tetap tinggi. Selain itu, wilayah Qinghai, Gansu, Ningxia, Shaanxi, dan Shanxi juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir bandang dan bencana geologi. (***)

Editor: Li Yun Wawancara: Xiong Bin  Pascaproduksi: Zhong Yuan

INSPIRASI ERABARU

4 Makanan Tinggi Protein yang Membantu Lansia Meningkatkan Imunitas dan Mempertahankan Massa Otot

Asupan protein cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan dampaknya sering kali muncul secara perlahan tanpa disadari. Ketika massa otot melemah, infeksi menjadi lebih lama...

Kelelahan yang Tidak Dapat Dijelaskan Mungkin Menandakan Terkurasnya Energi, Bukan Penyakit Fisik

Dalam pemahaman kebanyakan orang,  “pandemi” biasanya dikaitkan dengan virus, bakteri, atau laporan medis. Namun, dalam sejarah penelitian spiritual di Amerika Serikat pada abad ke-20,...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine