Menggemparkan! Ribuan Ikan Mati Mengapung di Sungai di Henan, Tiongkok, Bau Busuk Menyengat

EtIndonesia.com  Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah besar ikan mati terlihat mengapung di sebuah sungai di Kota Zhoukou, Provinsi Henan, Tiongkok. Bau busuk yang menyengat tercium di lokasi, sementara pemandangan dalam video terlihat mengkhawatirkan.

Beberapa video yang diunggah oleh warganet setempat memperlihatkan sejumlah speedboat berada di sungai, sementara permukaan air dipenuhi ikan-ikan mati. Permukaan sungai tampak putih oleh ikan yang mengapung dengan perut menghadap ke atas dan jumlahnya sangat banyak. Rekaman lainnya juga memperlihatkan sejumlah besar ikan mati mengambang di sepanjang aliran sungai.

Menurut rangkuman laporan media daratan Tiongkok, sekitar pukul 08.00 pada 20 Agustus, seorang warga bermarga Zhang sedang melewati pintu air Sungai Shahe di Distrik Chuanhui, Kota Zhoukou, ketika melihat sejumlah besar ikan mati mengapung di dekat permukaan air. Bau amis dan busuk yang sangat kuat tercium di lokasi.

Zhang mengatakan, setelah banjir melanda pada 18 Agustus, ikan-ikan mati mulai bermunculan sedikit demi sedikit di permukaan Sungai Shahe. Jumlahnya semakin lama semakin banyak, sehingga ia khawatir kondisi tersebut dapat mencemari sungai.

Menanggapi kejadian tersebut, seorang petugas Biro Sumber Daya Air Kota Zhoukou mengatakan pada 20 Agustus bahwa wilayah tersebut baru-baru ini mengalami hujan deras. Kemungkinan ikan-ikan tersebut terdorong ke lokasi akibat pelepasan air dari hulu Sungai Shahe, yang menyebabkan tekanan arus cukup besar.

Warganet setempat kemudian meninggalkan berbagai komentar, antara lain:

“Banyak orang pergi mengambil ikan. Di sepanjang jalan baunya sangat menyengat.”

“Baunya sangat busuk. Di Jalan Jiaotong bahkan sangat menyengat.”

“Udara di mana-mana dipenuhi bau busuk.”

“Udara Zhoukou dipenuhi bau ikan mati. Sekarang hujan deras lagi, pulang ke rumah saja sulit.”

Pada 18 Agustus, banyak warga di daerah tersebut terlihat menangkap ikan. Ada warga yang bahkan menangkap ratusan kilogram ikan dengan tangan kosong.

Setelah ikan-ikan mati muncul di Sungai Shahe, sejumlah kecil warga terlihat berdiri di tepi sungai menggunakan jaring untuk mengambilnya. Namun, belum diketahui apakah ikan-ikan tersebut aman untuk dikonsumsi.

Para ahli mengingatkan bahwa ikan dan udang setelah banjir dapat membawa banyak bakteri dan virus, sehingga terdapat risiko kontaminasi. Mereka menyarankan agar ikan tersebut tidak dikonsumsi.

Beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa ikan-ikan tersebut mungkin berkumpul setelah air surut akibat hujan deras dan mati karena kekurangan oksigen.

Namun, terhadap penjelasan tersebut, banyak warganet justru menuding bahwa perusahaan-perusahaan setempat memanfaatkan hujan deras untuk membuang limbah, sehingga menyebabkan kematian massal ikan.

Sejumlah komentar warganet antara lain: “Sudahlah! Pabrik-pabrik kimia di sekitar sini setiap tahun memang menunggu musim hujan untuk membuang limbah. Apakah rakyat dianggap anak berusia tiga tahun sehingga bisa dibohongi begitu saja?”

“Banjir tidak akan menyebabkan ikan mati sebanyak ini.”

“Di mana ada kekurangan oksigen yang bisa membunuh ikan sebanyak ini? Ini jelas ada perusahaan yang memanfaatkan kekacauan untuk membuang limbah, bahkan kemungkinan zat beracun. Airnya sudah tercemar.”

“Itu semua air limbah dari pabrik kimia. Ikan-ikan mati karena terkena limbah tersebut.”

“Perusahaan-perusahaan yang mencemari lingkungan memanfaatkan hujan deras dan pelepasan air banjir untuk membuang limbah sesuka hati. Kesempatan gratis seperti ini hanya ada sekali setahun.”

“Perusahaan membuang limbah secara diam-diam, bahkan limbah yang sangat beracun. Ikan-ikan itu mati keracunan.”

“Kalau kekurangan oksigen, ikan akan berenang di lapisan atas air. Ini jelas ikan mati karena pencemaran limbah.”

“Sebaiknya ikan-ikan tersebut segera diangkat dan kemudian dimusnahkan atau ditangani dengan cara yang aman. Masyarakat jangan sampai mengambil dan memakannya!”

“Satu kali hujan deras, setengah limbah di Henan langsung terbuang.”

“Bahkan ikan saja bernasib sial karena hidup di tengah masyarakat seperti ini.” (***)

INSPIRASI ERABARU

Bagaimana Topi Biasa Menjadi Simbol Jabatan dalam Sejarah Tradisional Tiongkok

Topi kasa hitam pada awalnya hanyalah penutup kepala sehari-hari yang dikenakan baik oleh rakyat biasa maupun para juru tulis. Dibutuhkan waktu sekitar seribu tahun—serta...

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine