JAKARTA — PT Super Spring memperkenalkan GPS.id Enterprise, platform manajemen armada dengan pendekatan solution-based yang menempatkan kebutuhan bisnis pelanggan sebagai dasar penentuan solusi pengelolaan armada. Peluncuran dilakukan di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Melalui pendekatan “Built Around Your Business”, GPS.id Enterprise memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapabilitas manajemen armada dengan kebutuhan, prioritas, dan karakteristik operasional masing-masing. Platform ini mengusung tema “Your Fleet, Your Rules” sebagai pendekatan baru dalam pengelolaan armada perusahaan.
Arianto Furiady, CEO & Co-Founder PT Super Spring, mengatakan setiap bisnis memiliki kebutuhan operasional yang unik sehingga memerlukan pendekatan solusi yang sesuai dengan cara mereka bekerja. “Selama ini, GPS.id dikenal melalui solusi GPS tracker yang memungkinkan pengguna memantau lokasi dan aktivitas kendaraan. Dalam pendekatan tersebut, kemampuan dan fitur yang tersedia berkaitan erat dengan perangkat keras yang digunakan,” ujarnya.
Namun, menurut Arianto, kebutuhan perusahaan dalam mengelola armada jauh melampaui pemantauan lokasi kendaraan. Perusahaan juga perlu mengelola produktivitas operasional, pemeliharaan aset, aktivitas pengemudi, hingga aspek finansial yang memengaruhi kinerja bisnis. “GPS.id Enterprise dikembangkan untuk memperluas pendekatan tersebut. Alih-alih memulai dari perangkat dan fitur yang tersedia, platform ini menempatkan kebutuhan pelanggan, tantangan operasional, serta tujuan bisnis sebagai titik awal dalam menentukan solusi yang relevan,” terangnya.
GPS.id Enterprise tidak mengedepankan pendekatan one-size-fits-all. Solusi dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan aktual setiap perusahaan sehingga kapabilitas yang digunakan dapat disesuaikan dengan tantangan operasional dan prioritas bisnis masing-masing. Platform ini menghadirkan lima kapabilitas utama: Dashboard Monitoring, Operational Monitoring, Asset Monitoring, Financing Monitoring, dan Driver Apps. Kelima kapabilitas tersebut mendukung pemantauan kondisi armada, pengelolaan aktivitas operasional, pemantauan aset dan kebutuhan pemeliharaan, evaluasi aspek finansial kendaraan, serta koordinasi pekerjaan dan pelaporan pengemudi.
Dengan pendekatan fleksibel, perusahaan dapat menentukan kombinasi kapabilitas sesuai kebutuhan. Perusahaan distribusi, misalnya, dapat memprioritaskan pemantauan operasional dan koordinasi pengemudi untuk mendukung aktivitas pengiriman. Adapun perusahaan dengan kebutuhan pemeliharaan armada kompleks dapat berfokus pada pemantauan aset dan evaluasi biaya. Sementara perusahaan dengan banyak unit bisnis dapat membutuhkan kombinasi kapabilitas lebih luas untuk memperoleh gambaran operasional terintegrasi.
“Bagi kami, keberhasilan solusi bukan ditentukan oleh seberapa banyak fitur yang digunakan, melainkan seberapa relevan solusi tersebut dengan kebutuhan pelanggan,” ungkap Arianto.
Ke depan, GPS.id melihat potensi lebih besar dalam pemanfaatan data untuk membantu perusahaan memahami kondisi operasional, mengidentifikasi peluang perbaikan, dan mengambil keputusan bisnis secara lebih cerdas. Salah satu arah pengembangan yang ingin diwujudkan adalah integrasi AI Intelligence, yang dirancang memperluas kemampuan platform dalam mengolah data operasional menjadi insight bermakna bagi bisnis.
Bagi GPS.id, pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Seiring berkembangnya bisnis dan kompleksitas operasional, GPS.id Enterprise diarahkan untuk tumbuh bersama pelanggan dengan kebutuhan bisnis tetap menjadi titik awal setiap pengembangan.


