EtIndonesia.com Sebuah mobil Huawei Aito M9 terbakar hingga hangus setelah menabrak tiang di Yulin, Provinsi Shaanxi, Tiongkok. Insiden tersebut memicu kontroversi di tengah masyarakat. Tak lama kemudian, seorang pemilik Aito M9 lainnya mengunggah video yang menyatakan bahwa mobilnya tiba-tiba kehilangan tenaga dan berhenti di jalan tol, sehingga hampir ditabrak truk besar dari belakang. Ia menyebut kejadian itu sangat berbahaya.
Video tersebut memperlihatkan sebuah mobil berhenti di jalur jalan tol tidak jauh dari sebuah terowongan. Pemilik mobil berbicara dengan suara lantang di depan kamera. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah pemilik Aito M9 dan baru saja mengalami kejadian yang sangat berbahaya.
Menurut keterangannya, saat itu ia sedang berkendara di jalan tol dari Kota Meishan, Provinsi Sichuan, menuju kawasan Pegunungan Daliang. Tak lama setelah melewati sebuah terowongan, mobilnya tiba-tiba berhenti. Truk besar yang melaju di belakangnya nyaris menabrak mobil tersebut.
Sambil memperagakan dengan kedua tangannya, ia mengatakan bahwa jarak antara truk dan mobilnya hanya sekitar 20 sentimeter. Beruntung, pengemudi truk segera mengerem mendadak sehingga kecelakaan fatal yang dapat merenggut nyawa berhasil dihindari.
Ia juga mengatakan bahwa keempat orang yang berada di dalam mobil saat itu semuanya sangat ketakutan. Ia bahkan nyaris mengalami serangan jantung karena terkejut. “Untung saya membawa obat pertolongan cepat untuk jantung,” ujarnya. Ia menuntut pihak resmi Aito memberikan penjelasan atas kejadian tersebut.
Pemilik mobil itu juga memperlihatkan panel instrumen kendaraan. Layar menunjukkan bahwa mobil masih memiliki bahan bakar dan jarak tempuh yang tersisa mencapai 534 kilometer. Selain itu, ketika insiden terjadi, mode berkendara mobil berada pada pengaturan “rekomendasi cerdas”.
Dalam siaran langsungnya, ia juga menyebutkan bahwa setelah kejadian, mobil tersebut ditarik oleh kendaraan derek menuju stasiun pengisian daya untuk mengisi baterai. Berdasarkan informasi itu, muncul dugaan bahwa saat kejadian, daya baterai mobil mungkin sudah rendah, sementara generator penambah jarak tempuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengisi baterai.
太吓人了!问界M9车主称,车辆显示还剩534公里续航,却在刚出隧道时突然停驶! 事发眉山前往大凉山途中,车上4个人,后方还有大货车,险些追尾。 车主称,车辆已被拖去排查,4S店暂未解释原因。 评论区有人讽刺:“官方:司机驾驶模式选择错误,车辆符合国标。” 这次真正需要回答的是:车辆为何停驶?故障发生前有没有预警?
— 爱丽丝 | Dare to Think (@love2cai) October 27, 2026
Menurut informasi yang tersedia untuk umum, Aito M9 versi range extender dilengkapi perangkat yang disebut “range extender”, yang pada dasarnya merupakan mesin berbahan bakar bensin. Namun, berbeda dengan mobil hibrida plug-in, perangkat ini tidak secara langsung menggerakkan kendaraan. Fungsinya hanya menghasilkan listrik untuk mengisi baterai ketika daya baterai rendah, sedangkan mobil tetap digerakkan oleh baterai tersebut.
Pada akhir September, beredar kabar di internet bahwa seorang insinyur perusahaan baterai CATL yang mengemudikan Aito M8 mengalami kecelakaan di Kota Ningde, Provinsi Fujian. Mobilnya terbakar dan ia tewas terpanggang karena pintu kendaraan tidak dapat dibuka. Seorang warganet yang mengaku mengetahui kejadian itu mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh perangkat penambah jarak tempuh yang terbakar.
Laporan terkait: Aito M8 Kembali Dikabarkan Menyebabkan Kematian akibat Kebakaran: Pintu Tidak Bisa Dibuka (Video).
Pada 17 Oktober larut malam, sebuah Aito M9 menabrak tiang lampu di pinggir jalan di Kota Shenmu, Yulin, Provinsi Shaanxi, lalu dengan cepat terbakar. Pengemudinya tewas terbakar. Insiden ini sempat memicu kehebohan luas.
Setelah kejadian tersebut, pihak Aito justru menyalahkan pengemudi. Mereka menyatakan bahwa kecepatan mobil saat kecelakaan mencapai “139,1 km/jam”. Namun, warganet menemukan bahwa tiang lampu yang ditabrak nyaris tidak mengalami kerusakan. Temuan tersebut segera memicu keraguan terhadap keterangan pihak Aito.
Setelah kejadian, tiang lampu itu sempat ditutup dengan pembatas, diperbaiki dengan pengecatan, dan kemudian diduga dijaga oleh orang-orang yang melarang pengambilan gambar. (***)


