Amerika Serikat dan Eropa Menjatuhkan Sanksi Baru Terhadap 500 Entitas dan Individu Rusia

oleh Zhao Fenghua dan Tian Yuan

Sabtu (24 Februari) merupakan tahun kedua Rusia menginvasi Ukraina. Sehari sebelumnya (23 Februari) Amerika Serikat dan Eropa mengumumkan penerapan sanksi berskala besar terhadap Rusia. 

Presiden AS Biden pada Jumat mengumumkan penerapan sanksi terhadap lebih dari 500 entitas dan individu yang mendukung perang Rusia, juga berjanji untuk terus mendukung Ukraina dan menindaklanjuti kejahatan agresi Rusia.

“Dua tahun lalu, sebelum fajar menyingsing, pasukan Rusia melintasi perbatasan Ukraina untuk melakukan invasi militer. Putin mengira bahwa ia dapat dengan mudah menghancurkan keinginan bebas dan tekad rakyat Ukraina. Namun 2 tahun kemudian, Kiev masih berdiri. Ukraina tetap Merdeka. Menghadapi serangan sengit yang dilancarkan oleh rezim Putin, rakyat Ukraina tidak menyerah. Itulah sebabnya saya mengumumkan penerapan sanksi baru terhadap lebih dari 500 entitas dan individu Rusia,” kata Joe Biden.

Biden menyampaikan belasungkawa atas kematian mendadak pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny. Pada Kamis Biden menemui janda Navalny dan putrinya.

Uni Eropa baru-baru ini menyetujui sanksi putaran ke-13, yang melarang hampir 200 entitas dan individu yang mendukung perang Rusia untuk memasuki Uni Eropa. Sanksi baru UE ini juga untuk pertama kalinya menargetkan 3 perusahaan Tiongkok yang mendukung perang Rusia. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine