ETIndonesia. Pada Rabu 23 Oktober 2024, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Arab Saudi untuk melanjutkan negosiasi gencatan senjata Gaza. Blinken menyatakan kemudian hari itu bahwa ada kemajuan dalam mendorong bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
“Penting bagi bantuan kemanusiaan agar sampai di tangan mereka yang membutuhkan di Gaza,” kata Blinken.
Pada malam hari yang sama, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di selatan ibu kota Lebanon, Beirut, yang menimbulkan ledakan besar. Api besar dan asap tebal terlihat di lokasi.
Sejak Senin, 21 Oktober, Israel melakukan serangan udara intensif terhadap 300 target militer Hizbullah di Lebanon, termasuk basis peluncuran roket bawah tanah dan fasilitas drone Hizbullah.
Minggu lalu, sebuah akun media sosial bernama “Middle East Spectator” merilis dokumen rahasia yang mengungkap rencana balasan Israel terhadap Iran.
FBI Amerika mengumumkan hari sebelumnya bahwa mereka sedang menyelidiki insiden kebocoran tersebut.
Sekretaris Pers Pentagon, Mayor Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder, mengatakan, “FBI sedang menyelidiki dugaan kebocoran dokumen rahasia dan bekerja sama erat dengan Departemen Pertahanan dan lembaga intelijen.”
Sementara itu, Perdana Menteri Irak pada Selasa, 22 Oktober, mengumumkan bahwa dalam operasi bersama dengan militer AS, mereka telah membunuh seorang pemimpin dan delapan pejabat senior dari organisasi “Negara Islam” (ISIS).
Pat Ryder mengatakan, “Dalam satu malam, Komando Pusat AS dan pasukan keamanan Irak melakukan serangan mendadak terhadap beberapa pemimpin senior ISIS di Irak.”
Komando Gabungan AS menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa operasi ini dilakukan dengan dukungan teknis dan pertukaran informasi intelijen yang akurat dari koalisi internasional. (Jhon)
Sumber : NTDTV.com


