Rusia Kelabakan! St. Petersburg Diserang Drone, Maskapai Dibobol Hacker, Parade Gagal Total

EtIndonesia. Kondisi keamanan Rusia kembali menjadi sorotan dunia setelah Kota St. Petersburg, markas besar militer yang strategis, diguncang serangan drone berskala besar dari Ukraina. Serangan ini terjadi bertepatan dengan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke St. Petersburg untuk menyaksikan latihan militer besar-besaran Angkatan Laut Rusia di empat kawasan penting: Samudra Pasifik, Arktik, Baltik, dan Laut Kaspia. Latihan tersebut melibatkan lebih dari 150 kapal perang dan 15.000 personel militer.

Namun, suasana yang seharusnya penuh demonstrasi kekuatan militer itu berubah menjadi kepanikan setelah bandara utama kota, Bandara Pulkovo, terpaksa ditutup selama lima jam akibat serangan drone. Otoritas bandara mencatat setidaknya 57 penerbangan tertunda dan 22 penerbangan lainnya harus dialihkan ke bandara alternatif. Sementara itu, parade tahunan Angkatan Laut Rusia yang biasanya diselenggarakan di pusat kota, dibatalkan secara mendadak dengan alasan keamanan. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan keputusan ini diambil sebagai langkah preventif untuk melindungi keselamatan warga dan peserta parade.

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa sebanyak 291 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh selama serangan berlangsung. Meski demikian, upaya pertahanan udara Rusia tersebut tidak cukup untuk mencegah gangguan besar pada aktivitas transportasi dan rutinitas publik. Sementara itu, di Moskow, papan pengumuman di Bandara Sheremetyevo dipenuhi pemberitahuan penundaan penerbangan selama berjam-jam. Banyak penumpang Rusia meluapkan kekesalan mereka melalui media sosial, mengkritik efektivitas sistem pertahanan negara.

Situasi keamanan digital Rusia juga diperparah oleh serangan siber yang ditujukan kepada maskapai penerbangan terbesar di negara tersebut. Kelompok peretas “Black Raven” mengaku bertanggung jawab atas serangan siber yang menyebabkan kelumpuhan operasional maskapai. Mereka berkoalisi dengan kelompok “Belarus Cyber Partisans”, sebuah organisasi siber yang selama ini dikenal aktif melawan rezim otoriter di Belarus. Dalam pernyataan resminya, Cyber Partisans menegaskan bahwa mereka mendukung perjuangan Ukraina dan bertekad menggoyang kekuasaan diktator di Belarus. 

Seruan mereka: “Kebesaran bagi Ukraina! Hidup Belarus!” viral di dunia maya, menambah tekanan moral bagi pemerintah Rusia dan Belarus.

Di tengah situasi eskalasi ini, Ukraina pun meningkatkan tekanan ekonomi dan politik terhadap Rusia serta negara-negara pendukungnya. Berdasarkan laporan dari kantor berita Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy resmi menandatangani Dekrit No. 554 yang berisi sanksi terhadap warga negara Rusia, Tiongkok, Iran, India, dan beberapa negara lain. Selain itu, sanksi ini juga dijatuhkan kepada 45 perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Tiongkok, India, Turki, dan Belarus. Zelenskyy menegaskan bahwa seluruh sanksi Uni Eropa yang selama ini dikenakan kepada Rusia, kini berlaku penuh di wilayah Ukraina.

Langkah ini menandai semakin kerasnya isolasi internasional terhadap Rusia, seiring serangan balik Ukraina yang kini bukan hanya di medan tempur, tetapi juga di ranah ekonomi, digital, dan psikologis.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine