EtIndonesia. Seiring turunnya suhu udara, gelombang infeksi virus mulai menyebar di seluruh Tiongkok. Kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot and Mouth Disease/HFMD) serta virus pernapasan respiratory syncytial virus (RSV) meningkat tajam di berbagai provinsi.
Otoritas kesehatan telah mengeluarkan peringatan darurat, memperingatkan bahwa wabah kali ini melibatkan “pergeseran jenis virus” dan lonjakan tajam jumlah anak yang dirawat di rumah sakit.
Menurut laporan Toutiao News, pada 16 Oktober, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Provinsi Henan melaporkan bahwa kasus HFMD telah mencapai “puncak musiman.” Pemantauan virus menunjukkan adanya pergeseran dari jenis CA16 ke jenis CA6 — keduanya dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Anak-anak di bawah usia lima tahun tetap menjadi kelompok yang paling rentan.
Henan Melaporkan Lonjakan Kasus Seiring Pergeseran Jenis Virus
Para ahli menjelaskan bahwa jenis CA16 umumnya menyebabkan ruam pada tangan, kaki, dan mulut, sedangkan jenis CA6 juga dapat menyerang lutut, siku, dan tubuh bagian atas, kadang menimbulkan lepuhan besar dan bahkan menyebabkan kuku terlepas setelah sembuh. Virus ini menular melalui percikan pernapasan, kontak langsung, dan jalur oral-fekal. Lebih dari 60 persen kasus terjadi pada anak di bawah usia tiga tahun.
Dengan jenis CA6 menjadi strain dominan musim ini, para pakar memperingatkan bahwa tingkat penularannya yang lebih tinggi dapat memicu wabah lokal, terutama di taman kanak-kanak dan pusat penitipan anak.
Rumah Sakit di Jiangsu Kewalahan oleh Pasien Anak
Laporan Sina Finance menyebutkan bahwa departemen anak di Kota Danyang, Provinsi Jiangsu, mencatat peningkatan pasien sekitar 30 persen sejak awal Oktober. Jam malam menjadi waktu tersibuk, dengan dokter harus menangani hampir seratus anak setiap malam, sebagian besar datang dengan gejala demam, batuk, atau sakit tenggorokan.
Rumah sakit di kota itu melaporkan bahwa kasus HFMD hampir dua kali lipat dibandingkan musim panas. Meskipun sebagian besar infeksi ringan dapat sembuh sendiri, para dokter memperingatkan bahwa kasus berat dapat menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalitis (radang otak), miokarditis (radang otot jantung), atau edema paru, yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang bahkan kematian.
Sementara itu, penyakit lain yang berkaitan — herpangina — juga dilaporkan menyebar. Para dokter menyebutkan peningkatan kasus disebabkan oleh cuaca musim gugur yang relatif hangat, kondisi yang mendukung pertumbuhan virus, serta meningkatnya penularan silang sejak dimulainya tahun ajaran baru.
Orang Tua di Berbagai Provinsi Melapor Lewat Media Sosial
Para orang tua di Provinsi Hunan, Guangdong, dan Zhejiang ramai berbagi pengalaman di media sosial, melaporkan bahwa anak-anak mereka mengalami kerontokan kuku parah setelah sembuh dari HFMD.
Seorang orang tua menulis, “Semua kuku anak saya rontok setelah sembuh.” Yang lain mengeluhkan cepatnya penyebaran virus, dengan komentar seperti, “Sekarang terlalu banyak virus. Tidak mungkin bisa mencegah semuanya.”
Wabah Virus Pernapasan Melanda Shanghai
Sementara itu, Shanghai melaporkan wabah baru virus pernapasan respiratory syncytial virus (RSV). Pada 8 Oktober, Rumah Sakit Anak Shanghai mencatat antrean panjang di unit gawat darurat, poliklinik anak, dan bagian pernapasan. Jumlah pasien anak meningkat sekitar 30 persen dibandingkan akhir September.
Beberapa keluarga melaporkan bahwa beberapa anggota rumah tangga mereka terinfeksi secara bersamaan. Sejumlah orang tua mengatakan anak mereka dirawat di unit perawatan intensif (ICU), bahkan ada yang diminta menandatangani surat persetujuan kondisi kritis.
Lonjakan penyakit pernapasan ini juga memicu gelombang spekulasi di dunia maya. Banyak pengguna internet mempertanyakan apakah wabah tersebut terkait dengan virus COVID-19.
“Mengapa sekarang tidak disebut COVID lagi?” tulis seorang warganet.
Yang lain menambahkan, “Pasti ada varian baru yang menyebar lagi.”
Ahli Kesehatan: Waspada, Jaga Kebersihan dan Periksa Sejak Dini
Para pakar kesehatan masyarakat menyerukan agar para orang tua tetap waspada dengan menjaga kebersihan dan segera membawa anak ke fasilitas medis jika muncul gejala seperti ruam, demam, atau gangguan pernapasan.
Meskipun belum ada bukti resmi yang mengaitkan wabah kali ini dengan COVID-19, lonjakan bersamaan HFMD dan RSV menunjukkan tekanan berat yang dihadapi sistem kesehatan Tiongkok akibat meningkatnya infeksi musiman.
oleh Li Muzi, Vision Times


