Kekacauan Personel Berlanjut di Zhongnanhai : “Klik Taiwan” yang Berperang Melawan Taiwan Menderita Pukulan Berat

Pada 28 Oktober, Sidang ke-18 Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 Tiongkok resmi ditutup. Dalam sidang tersebut, diumumkan sejumlah keputusan penting terkait mutasi dan pemberhentian pejabat tinggi, termasuk pencopotan He Weidong dari jabatan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC). Jabatan tersebut kini secara resmi diambil alih oleh Zhang Shengmin, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Komisi Disiplin Militer Pusat.

EtIndonesia. Sejauh ini, banyak orang kepercayaan Xi Jinping di tubuh militer telah terjungkal dari jabatannya, terutama kelompok yang dikenal sebagai “Kelompok Selat Taiwan”, yang kini mengalami pukulan berat. Para analis menilai, kejatuhan para jenderal ini secara langsung melemahkan kemampuan rezim PKT untuk melancarkan serangan ke Taiwan.

Dalam keputusan terbaru itu, Komisi Militer Pusat kini kembali ke struktur “satu ketua dan dua wakil ketua”, dengan Zhang Youxia tetap menjabat sebagai wakil ketua lainnya.

Namun, menurut komunike dari Sidang Pleno Keempat Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang dirilis sebelumnya, Zhang Shengmin tidak masuk dalam anggota Politbiro PKT. Para pengamat menilai hal ini menunjukkan adanya perebutan kekuasaan di kalangan elite partai.

“Karena dua faksi tidak mencapai kesepakatan — faksi Xi dan faksi anti-Xi, atau faksi Xi dengan para ‘tetua politik’ — akhirnya muncul kompromi politik. Zhang Shengmin adalah hasil dari tarik-ulur kekuasaan itu, dan pengangkatannya melanggar norma dan logika politik biasa,” ujar Pengamat politik yang berbasis di Amerika Serikat, Chen Pokong. 

Sembilan jenderal senior yang digulingkan pada 17 Oktober 2025. Getty Images, Baidu, Namuwiki, Domain Publik, CCTV

Menjelang Sidang Pleno Keempat, rezim PKT tiba-tiba mengumumkan pemecatan He Weidong, Miao Hua, dan Lin Xiangyang (komandan Zona Militer Timur), bersama 9 jenderal tinggi lainnya dari partai dan militer, dengan alasan bahwa “militer tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi koruptor.”

“Kesembilan jenderal yang dicopot itu semuanya berasal dari ‘kelompok Xi Jinping’. Jadi alasan ‘anti-korupsi’ itu mungkin hanya kedok dari perebutan kekuasaan politik. Karena Lin Xiangyang, He Weidong, dan Miao Hua semuanya berasal dari kelompok Fujian, yang menunjukkan adanya ketegangan internal dalam militer terhadap dominasi Xi dan faksi-faksinya,” kata  Su Tzu-yun, Direktur Institut Pertahanan Nasional Taiwan bidang Strategi dan Sumber Daya. 

Laporan menunjukkan bahwa para jenderal yang jatuh tersebut memiliki hubungan dekat dengan Xi Jinping, yang pernah lama menjabat di Provinsi Fujian, dan semuanya diangkat setelah Xi berkuasa, sehingga dikenal sebagai “Kelompok Fujian” dalam militer.

Selain itu, He Weidong dan Lin Xiangyang berasal dari Divisi ke-31 Angkatan Darat Wilayah Militer Nanjing (yang kini sudah dibubarkan). Divisi ini bermarkas di Xiamen, Fujian, dan selama ini dikenal sebagai pusat pelatihan perwira strategi militer untuk operasi melawan Taiwan. Miao Hua juga berasal dari unit yang sama, sehingga kelompok ini sering disebut sebagai “Kelompok Selat Taiwan.”

Para ahli menilai, kejatuhan kelompok ini akan berdampak langsung pada kemampuan militer PKT dalam menjalankan operasi terhadap Taiwan.

“Kelompok Fujian ini dulunya berasal dari wilayah militer Nanjing, yang kini menjadi Komando Teater Timur. Dengan tersingkirnya mereka, berarti tidak ada lagi tokoh militer berpengalaman yang memahami situasi Selat Taiwan untuk melaksanakan misi semacam itu,” jelas Su Tzu-yun. 

Sementara itu, ancaman PKT untuk menyatukan Taiwan dengan kekerasan terus memicu perhatian dunia internasional. Pada 30 Oktober, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Xi Jinping di Korea Selatan, dan isu Taiwan diperkirakan akan menjadi topik utama pembahasan.

Sebelum berangkat ke Asia, Trump telah menegaskan bahwa ia akan membahas Taiwan secara langsung dengan Xi, dan menambahkan bahwa ia sangat menghormati Taiwan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menegaskan bahwa dalam perundingan perdagangan dengan Beijing, pemerintahan Trump tidak akan mengorbankan dukungan jangka panjang terhadap Taiwan.

“Kita dapat memperkirakan bahwa dalam pertemuan APEC antara Trump dan Xi, akan ada empat isu utama — fentanil, tarif, logam tanah jarang, dan Taiwan. Trump tidak akan menukar isu Taiwan dengan keuntungan lainnya, tetapi justru akan menetapkan garis batas yang jelas, agar pembicaraan dapat berlangsung di atas dasar yang tegas,” kata Su Tzu-yun. (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Rui dan Luo Ya, New Tang Dynasty Television

 Zhongnanhai : Kantor Pusat dan Komplek pimpinan Partai Komunis Tiongkok di Beijing 

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine