Wabah “Flu” Meledak Cepat di Tiongkok – Dalam Sepekan Terjadi Sedikitnya 955 Kejadian Epidemi

EtIndonesia. Wabah “flu” di Tiongkok dalam beberapa hari terakhir menyebar dengan sangat cepat. Laporan dari berbagai provinsi menunjukkan banyak sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar akibat tingginya jumlah siswa yang terinfeksi. 

Data resmi menunjukkan bahwa dalam satu pekan saja, setidaknya 955 kejadian wabah flu tercatat di seluruh negeri—menandakan penyebaran flu di Tiongkok telah memasuki fase peningkatan cepat.

Pada Jumat (21 November), pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC Tiongkok) dalam konferensi pers menjelaskan bahwa aktivitas flu nasional kini berada dalam fase “kenaikan cepat,” dengan lonjakan signifikan kasus berkelompok di sekolah dan lembaga pendidikan anak usia dini.

Pejabat CDC menyebutkan bahwa virus yang dominan adalah influenza A subtipe H3N2, namun H1N1 dan influenza B juga beredar bersamaan. Mereka memperkirakan bahwa aktivitas flu akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan.


955 Wabah dalam Sepekan – 99,1% Kasus Terkonfirmasi adalah Influenza A

Dalam Laporan Pengawasan Influenza Mingguan (Pekan ke-46) yang dirilis Kamis malam, CDC Tiongkok melaporkan bahwa pada periode 10–16 November, total 955 kejadian “wabah influenza-like illness (ILI)” tercatat secara nasional. Data pemantauan juga menunjukkan bahwa 99,1% dari seluruh kasus yang dikonfirmasi laboratorium adalah influenza A.

Yang dimaksud “wabah influenza-like illness (ILI)” adalah kejadian di mana dalam satu wilayah atau satu unit (sekolah, institusi, dan lain-lain.) muncul 10 kasus atau lebih dengan gejala mirip flu dalam satu minggu, dan setelah diverifikasi oleh CDC tingkat kabupaten/kota, insiden tersebut dilaporkan ke Sistem Informasi Pemantauan Influenza Tiongkok.

Namun laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa kondisi di lapangan lebih parah daripada yang disampaikan pemerintah.

(Tangkapan layar laman web)

Banyak Sekolah Tutup – Warga Mengalami Gejala Mirip COVID Sebelumnya

Orang tua murid di Guangzhou melaporkan bahwa setengah dari siswa di kelas anak mereka izin sakit, sehingga sekolah memutuskan menghentikan pembelajaran tatap muka dan memindahkan siswa ke pembelajaran daring. Orang tua di Shenzhen juga melaporkan hal serupa—jumlah siswa sakit meningkat tajam dan sekolah mengeluarkan pemberitahuan penutupan kelas.

Di media sosial Tiongkok, semakin banyak keluhan tentang cepatnya flu menyebar, dan banyak warga mengatakan gejalanya sangat mirip dengan COVID-19 (virus Tiongkok) pada dua tahun terakhir.

Beberapa keluhan warga:

  • “Di kelas anak saya, sepertiga murid terinfeksi. Baru satu sembuh, yang lain langsung menyusul.”
  • “Di wilayah Mongol Dalam, hampir semua anak di sekolah kena demam dan batuk. Butuh dua hari saja untuk satu kelas ikut sakit.”
  • “Bangsal anak sudah penuh. Gejalanya sama persis seperti COVID.”
  • “COVID kembali lagi. Setahun sekali pasti ada wabah besar.”

Banyak yang menilai bahwa istilah “flu” kini sengaja digunakan menggantikan kata “COVID”.


Rumah Sakit Membludak – Dokter Mengingatkan Risiko Komplikasi Serius

Dr. Huang Jing, dokter senior di Departemen Infeksi Rumah Sakit Rakyat Guangdong, mengatakan kepada Southern Daily bahwa jumlah pasien di klinik demam meningkat tajam. Menurutnya: “Sekitar setengah dari pasien yang datang belakangan ini terbukti positif flu.”

Ia menekankan bahwa flu bukan sekadar “batuk pilek biasa” karena bisa menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, ensefalitis, hingga miokarditis.

“Setiap tahun kami menerima pasien muda yang kena miokarditis akibat flu. Anak muda tetap harus waspada dan tidak meremehkan gejala.”

Sementara itu, Dr. Li Shuhua, direktur poliklinik anak dan klinik demam di Pusat Perempuan dan Anak Guangzhou, mengatakan bahwa kasus infeksi flu pada anak meningkat tajam dengan gejala utama:

  • demam tinggi,
  • kelelahan,
  • batuk,
  • nyeri otot dan tubuh.

Dr. Li mengingatkan: “Jika anak menunjukkan gejala flu, jangan asal memberi obat di rumah. Sebaiknya lakukan tes dan pastikan diagnosis di rumah sakit sebelum memulai pengobatan.”

Ia menambahkan bahwa bila ada siswa yang terinfeksi di kelas, sekolah harus meningkatkan ventilasi dan melakukan disinfeksi secara rutin. (jhon)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut Hasil Saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine