Video Travel Vlogger Tiongkok Ingatkan Cara Mencegah Penculikan untuk Pengambilan Organ – Terutama Bagi Anak Muda

EtIndonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus anak-anak dan remaja yang hilang secara misterius di Tiongkok terus meningkat, dan banyak yang dicurigai menjadi korban pengambilan organ secara hidup. Seorang travel blogger yang telah menjelajahi belasan provinsi kini memperingatkan bagaimana kaum muda bisa melindungi diri ketika bepergian.

Travel blogger tersebut, Wang Ankang, berkeliling Tiongkok dengan sebuah kendaraan roda tiga sejak tahun lalu sambil membagikan video dan pengalaman perjalanannya. Baru-baru ini, ia merilis sebuah video yang menjelaskan cara menghindari risiko menjadi korban pengambilan organ.

Dia mengatakan: “Kita harus tahu pola kejahatannya untuk bisa menghindarinya. Misalnya, kamu sedang di luar kota, lalu ada motor listrik atau kendaraan asing yang tiba-tiba menabrakmu. Kemudian orang itu menawarkan diri memanggil ambulans. Kamu harus sangat waspada.”

“Jangan pernah naik ambulans yang dipanggil orang tak dikenal. Begitu kamu naik, beberapa orang bisa langsung menahanmu dan kamu tidak akan bisa kabur. Lebih baik cari ambulans sendiri atau tetap menolak ambulans yang dipanggil orang asing—terutama bagi yang berusia 17 sampai 22 tahun.”

Wang Ankang juga menceritakan bahwa ia pernah hampir menjadi korban.

https://www.youtube.com/watch?v=VqAmG43NwBE

Pernah Dibius dan Hampir Menjadi Target: “Saya Tidak Tahu Ambulans Itu dari Mana dan Siapa di Dalamnya”

Dalam video lainnya, ia mengungkapkan: “Saya pernah diberi obat (dibius) di Fujian. Tengah malam saya berniat menelepon ambulans, tapi saya merasa ada yang tidak beres. Akhirnya saya memilih pergi ke klinik desa terdekat, tidak jadi memanggil ambulans. Saya tidak tahu ambulans seperti apa yang akan datang, dan saya tidak tahu siapa yang ada di dalamnya. Itu sangat berbahaya.”

Ia menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung di Desa Longchi, Kota Nanping, Provinsi Fujian, pada Januari tahun ini. Menurutnya, pemilik penginapan tempat ia menginap mencampurkan obat ke makanannya.

Ia mengalami:

  • kesadaran kabur,
  • jantung berdebar sangat cepat,
  • kesulitan bernapas,

dan hampir kehilangan nyawa.

Ia berkata: “Orang yang memberi obat itu sebelumnya cerita bahwa simpanan (wanita kedua) yang ia biayai adalah perawat di rumah sakit tingkat kabupaten. Kalau begitu, kalian bisa bayangkan sendiri. Sangat mengerikan.”


Kenapa Ia Tidak Berani ke Xinjiang dan Tibet: “Ada Sesuatu yang Tidak Beres”

Wang Ankang menambahkan: “Saya sudah setahun lebih backpacker keliling Tiongkok, tapi sampai sekarang belum pergi ke Xinjiang atau Tibet. Saya selalu merasa ada yang tidak beres. Tempat yang begitu dingin, terpencil, dan miskin—siapa yang menggalakkan masyarakat untuk pergi ke sana? Siapa yang memulai tren ‘jalan 318’, siapa yang mengarahkan orang-orang untuk bersepeda ke Xinjiang dan Tibet? Saya benar-benar heran, apa bagusnya tempat itu? Jauh, dingin, dan minim fasilitas.”

Ia menilai fenomena tersebut seperti efek kawanan (herd effect): “Kalau kamu sakit perut saja, belum tentu ada apotek atau klinik. Orang-orang cuma ikut-ikutan. Saya tidak mau jadi domba. Saya punya pemikiran sendiri. Yang ikut-ikutan tanpa berpikir, biarkan saja.”


“Darah Anak Muda Usia 17–21 Dipakai untuk Awet Muda”: Perdagangan Manusia dan Organ Kembali Jadi Sorotan

Saat isu pengambilan organ dan perdagangan organ ilegal semakin diperhatikan publik, pada 14 November, sebuah video yang diunggah di platform X menunjukkan seorang wanita yang menawarkan layanan “terapi transfusi darah muda” untuk para klien kaya.

Wanita itu mengklaim:

  • Darah remaja usia 17–21 tahun mengandung “mikrovesikel protein muda”
  • Mikrovesikel itu dapat mengembalikan vitalitas, meningkatkan fungsi seksual, dan memperlambat penuaan
  • Metode di Eropa hanya transfusi langsung, sementara di Tiongkok, mereka mengekstraksi “protein fungsional” dari darah remaja
  • Butuh darah dari banyak remaja untuk menghasilkan satu dosis “peremajaan”
  • Suntikan itu disebut dapat membuat seseorang “kembali seperti usia muda dalam dua minggu”

Wanita itu menyebut perusahaan tempat ia bekerja hanya melayani pelanggan golongan superkaya. Ia bahkan menyebut adanya “suntikan keabadian” (永生针) yang disebut sebagai riset dari “tim nasional Tiongkok” dan telah dibeli patennya dengan dana ratusan miliar.


Lonjakan Anak Hilang di Tiongkok: Angka Gelap yang Mengejutkan

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah anak dan pemuda yang hilang di Tiongkok meningkat drastis.

Menurut “China Missing Persons White Paper 2020”, pada tahun 2020 terdapat 1 juta kasus orang hilang.

Laporan China National Radio tahun 2013 menyebutkan 200.000 anak hilang setiap tahun, tetapi yang berhasil ditemukan hanya 0,1%.


Pengakuan “Anak Pejabat”: ‘Hampir Semua Remaja Hilang itu Sudah Diambil Organnya’

Pada Juli tahun ini, seorang pemuda bernama Eric MY, putra pejabat lokal (disebut “anak pejabat” atau guan er dai), mengungkapkan kepada Epoch Times:

“Di Tiongkok ada terlalu banyak CCTV. Ada jutaan kamera. Jika mau dicari, pasti bisa ditemukan. Selama ada nama atau fotonya, sistem Skynet bisa mendeteksi lokasi orang itu dalam lima detik.”

Namun ia mengatakan mengapa para remaja hilang tidak ditemukan: “Karena mereka sudah diambil organnya. Ini memang benar terjadi. Remaja hilang di Tiongkok pada dasarnya semuanya menjadi korban pengambilan organ. Organ anak muda paling sehat dan paling mahal. Dan yang menjalankan operasi ini adalah pemerintah sendiri.”


Isu Organ Mencuat ke Dunia Internasional Setelah Dialog Xi–Putin

Pada September lalu, sebelum parade besar di Beijing, percakapan antara Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang ditangkap kamera CCTV Tiongkok memicu kehebohan global.

Dalam dialog itu, mereka membahas:

  • transplantasi organ,
  • dan ambisi “hidup sampai usia 150 tahun”.

Percakapan tersebut menyalakan kembali perhatian dunia pada industri gelap pengambilan organ hidup di Tiongkok.

Banyak komentar global mengecam fenomena ini sebagai: “Keji di level ekstrem.” (jhon)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut Hasil Saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine