Penambangan Tanah Jarang antara Tiongkok dan Myanmar Mencemari Sungai,  Mempengaruhi Jutaan Orang Hanya dalam Dua Tahun

Penambangan logam tanah jarang oleh Tiongkok di Myanmar telah menyebabkan unsur kimia logam berat yang mematikan mengalir ke sungai-sungai utama di kawasan tersebut. Hanya dalam dua tahun, aktivitas ini telah menimbulkan krisis ekologi di Asia Tenggara, mempengaruhi lebih dari 10 juta orang.

EtIndonesia. Sungai Mekong yang luas kini hampir tidak lagi menghasilkan ikan, memberikan pukulan besar bagi sektor perikanan.

Di sisi lain, karena pencemaran yang parah, para petani berhenti menggunakan air Sungai Kok—anak sungai Mekong—untuk irigasi, dan beralih menggunakan air tanah.

Pada April tahun ini, pihak berwenang Thailand melakukan pemeriksaan kualitas air Sungai Kok setiap dua minggu dan menemukan kadar arsenik dan timbal yang melebihi batas aman. Kondisi ini mengancam lebih dari satu juta penduduk Thailand di sekitar wilayah tersebut, serta puluhan juta orang yang tinggal di hilir Sungai Mekong.

 “Masalah ini berawal dari dua tambang logam tanah jarang di Myanmar yang mempengaruhi sistem Sungai Kok. Penelitian kami menunjukkan bahwa Sungai Mekong, Sungai Salween, Sungai Irrawaddy, dan juga sungai-sungai di Vietnam kini telah tercemar parah,” ujar Brian Eyler, peneliti senior di Stimson Center, sebuah lembaga think tank Amerika Serikat. 

Munculnya tambang-tambang tanah jarang baru yang didukung modal Tiongkok di Myanmar timur memicu kekhawatiran dari kelompok hak asasi manusia dan para peneliti mengenai pencemaran di hilir Sungai Kok.

Pada 2023, citra satelit menunjukkan bahwa tambang pertama yang didanai perusahaan Tiongkok dibangun di dalam kawasan hutan di Negara Bagian Shan, Myanmar.

Menurut laporan terbaru dari Shan Human Rights Foundation, tiga tambang yang diinvestasikan oleh perusahaan milik negara Tiongkok masih terus melakukan ekspansi.

Brian Eyler menambahkan:  “Masalah ini jarang diketahui publik. Skala dan luas pencemarannya sangat mengejutkan.”

Bahan baku logam tanah jarang yang ditambang di Myanmar pada akhirnya dikirim ke Tiongkok untuk diproses.

Thanapon Phengrat dari Pusat Penelitian dan Inovasi Ilmiah Thailand mengkhawatirkan bahwa penambangan tanah jarang dan emas di hulu Sungai Kok baru berlangsung selama dua tahun, namun jika terus dibiarkan, tingkat pencemaran akan meningkat secara drastis. (Hui)

Laporan oleh Anqi dan Jiang Diya, New Tang Dynasty Television.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine