Video Sejumlah Besar Ikan Sarden Mati Terdampar di Pantai Hokkaido, Pemandian Air Panas Terbuka Ditutup untuk Umum

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah pemandian air panas terbuka yang terkenal di wilayah selatan Hokkaido, Jepang, terpaksa melarang pengunjung untuk berendam karena masuknya bangkai ikan sarden dalam jumlah besar.

Menurut laporan FNN Prime Online, pemandian air panas terbuka Mizunashi Seaside Onsen yang terletak di pinggiran Kota Hakodate, Hokkaido selatan, dipenuhi bangkai ikan sarden. Pemandangan langka ini mengejutkan warga sekitar. Kolam pemandian dipenuhi ikan mati yang terus mengeluarkan bau menyengat, sehingga saat ini area tersebut dilarang untuk dimasuki.

Warga setempat pada 15 Desember menemukan sejumlah besar ikan sarden mati di sepanjang garis pantai terdekat. Bangkai ikan kemudian mengalir masuk ke kolam pemandian. Meski petugas terus melakukan pembersihan, saat air laut pasang, ikan mati dan minyak ikan tetap terseret masuk ke kolam. Akibatnya, sejak  17 Desember, pemandian tersebut ditutup untuk umum.

FNN melaporkan bahwa pada Desember tahun ini, masuknya ikan sarden dalam jumlah besar ke pelabuhan perikanan di wilayah selatan Hokkaido menyebabkan hasil budi daya ikan trout, salmon, dan ikan Atka mackerel di beberapa pelabuhan hampir gagal total.

Pada pagi hari 18 Desember, sebuah pemandangan aneh terjadi di Pelabuhan Iura. Sejumlah besar ikan sarden terjerat jaring kolam budi daya, yang akhirnya menyebabkan sekitar 2.000 ekor ikan Atka mackerel yang dibudidayakan mati seluruhnya. Ikan-ikan Atka mackerel ini sebenarnya dipelihara untuk penangkapan musim dingin dan direncanakan dipasarkan sekitar musim semi 2026.

 “Ikan sarden kemungkinan besar sedang dikejar oleh makhluk besar tertentu, sehingga panik dan berenang keluar,” ujar Wakil profesor Mitsuhiro Nakaya dari Fakultas Ilmu Perikanan Universitas Hokkaido. 

Seorang warga setempat mengatakan:  “Mungkin mereka dikejar oleh lumba-lumba. Di daerah itu memang banyak lumba-lumba.”

Ikan yang ketakutan akan mengkonsumsi oksigen lebih banyak dari biasanya. Oleh karena itu, diduga bahwa masuknya ikan secara tiba-tiba ke pelabuhan menyebabkan kadar oksigen di perairan sekitar menurun dengan cepat, sehingga mengakibatkan kematian massal ikan-ikan budidaya.

Selain itu, seorang warganet Jepang pada 7 Desember mengunggah tulisan di platform X, menyebutkan bahwa di pantai dekat kampung halamannya di Hokkaido, sejumlah besar ikan sarden terdampar di pantai.

Ia mengatakan sekitar 2.000 ekor ikan sarden terdampar. Meski sebagian besar sudah mati, ikan-ikan tersebut terlihat sangat gemuk dan kaya minyak. Keluarganya hanya memungut secukupnya untuk memenuhi satu ember, lalu mengolahnya menjadi ikan kering atau masakan rebus.

Namun, di kolom komentar unggahan tersebut, beberapa warganet berspekulasi apakah fenomena ini merupakan tanda awal gempa bumi, karena pada 8 Desember kemudian terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 di wilayah Aomori, Jepang. Meski demikian, pemilik unggahan menyatakan bahwa daerah tempat tinggalnya tidak terdampak gempa dan ia tidak mengetahui apakah terdamparnya ikan sarden berkaitan dengan gempa tersebut. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter Jin Jing / Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut Hasil Saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine