EtIndonesia. Seorang pemuda bekerja di pegunungan. Setiap hari dia masuk ke hutan untuk menebang kayu. Dia bekerja sangat keras. Saat orang lain beristirahat, dia tetap mengayunkan kapaknya tanpa henti. Dia tak mau berhenti sebelum hari benar-benar gelap.
Dia berharap suatu hari bisa sukses. Selagi masih muda, dia ingin berjuang lebih keras. Namun setelah lebih dari setengah bulan berlalu, dia heran: tak sekali pun dia mampu mengalahkan para pekerja senior. Padahal ketika mereka beristirahat, dia masih bekerja. Mengapa hasilnya tetap kalah?
Pemuda itu bingung. Dia mengira dirinya belum cukup berusaha. Dia pun bertekad, besok harus bekerja lebih keras lagi. Namun keesokan harinya, hasilnya justru lebih buruk dari hari-hari sebelumnya.
Saat itulah seorang pekerja senior memanggilnya untuk minum teh bersama.
Dalam hati, pemuda itu menggerutu: “Hasil kerjaku saja sudah jelek! Mana ada waktu untuk istirahat?”
Dia pun menjawab dengan suara keras: “Terima kasih! Saya tidak punya waktu!”
Pekerja senior tersenyum sambil menggelengkan kepala, lalu berkata: “Anak muda yang bodoh! Terus menebang kayu tanpa mengasah kapak, cepat atau lambat hasilmu akan turun dan kamu akan menyerah. Itu bukan kerja keras—itu hanya menghambur-hamburkan tenaga.”
Barulah pemuda itu mengerti.
Ternyata, para senior memanfaatkan waktu minum teh, mengobrol, dan beristirahat untuk mengasah kapak mereka. Tak heran, mereka bisa menumbangkan pohon dengan cepat dan efisien.
Sambil menepuk bahu si pemuda, sang senior berkata: “Anak muda memang harus rajin bekerja! Tapi ingat, hemat tenaga—jangan hanya mengandalkan tenaga kasar secara membabi buta.”
Dia pun tertawa sambil mengangkat kapaknya yang baru diasah, berkilau dan tajam.
Bagaimana denganmu?
Ingatlah: yang kamu butuhkan adalah efisiensi, bukan sekadar sibuk.
Tingkatkan keterampilan dan kemampuanmu, barulah kamu punya waktu untuk mengerjakan hal-hal yang benar-benar penting. Kalau tidak, yang tersisa hanya keluhan: “Tidak ada waktu!”
Belajar Melepas Tekanan (Tips Mengelola Stres)
- Tarik napas dalam-dalam
Saat merasa tertekan, berhentilah sejenak dan ambil beberapa napas panjang untuk menenangkan diri. - Menjauh sejenak
Kadang, keluar sebentar dari situasi yang menekan justru membuat masalah lebih mudah diatasi. - Tersenyum
Apa pun keadaannya, cobalah tersenyum—meski senyum palsu atau senyum pahit. Lihat dirimu yang tersenyum; itu membantu. - Bergerak
Tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan. Bergerak atau berolahraga membantu tubuh rileks, dan pikiran pun ikut lega. Jika jadi kebiasaan, kesehatan dan daya tahan stres akan meningkat pesat. - Satu per satu
Stres sering muncul karena kita menghadapi terlalu banyak hal sekaligus. Batasi fokus: pikirkan satu hal, kerjakan satu hal. - Rapikan diri, lalu lanjutkan
Saat panik, masalah terasa buntu. Tenangkan diri, pahami apa yang terjadi, dan cari cara yang paling membantu—baru melangkah lagi.
Renungan
Bekerja keras itu penting. Bekerja dengan arah yang benar jauh lebih penting. Banyak orang sibuk bekerja hingga lupa mencari cara agar bekerja lebih efektif. Ketika diingatkan, jawabannya sering sama: “Aku sudah sibuk sekali, mana ada waktu?”
Padahal, karena tak meluangkan waktu untuk mencari cara yang lebih baik, kita justru terjebak berputar-putar dalam kesibukan yang melelahkan.
Cobalah berhenti sejenak, melihat sekitar, dan menyusun strategi. Meski belum menemukan cara baru, setidaknya kamu mendapatkan istirahat yang layak. Dan jika menemukan cara yang tepat, pertumbuhanmu akan jauh lebih efisien. (jhn/yn)


