Cuma Dapat 20 Yuan Semalam, Kurir Pria Menangis Tersedu-sedu di Jalan

EtIndonesia. Di tengah kelesuan ekonomi Tiongkok dan semakin sulitnya mencari pekerjaan, para pekerja seperti kurir makanan menghadapi penindasan sistemik, sehingga kehidupan mereka semakin berat. 

Baru-baru ini, seorang pria yang diduga bekerja sebagai kurir antar-makanan mendadak mengalami keruntuhan emosional saat berkendara di malam hari, berteriak dan menangis keras—pemandangan yang sungguh menyayat hati.

Dalam video terlihat:  Jalanan malam tampak sepi, hanya lampu jalan yang menemani. Lingkungan sekitar sunyi dan terasa dingin serta kesepian. Seorang pria mengenakan jaket gelap dan rompi reflektif sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba ia kehilangan kendali atas emosinya, hampir terisak sambil berteriak keras ke arah kamera:

“Semalaman cuma dapat 20 yuan!
Bisa menghidupi keluarga nggak?
Bisa bayar utang nggak?
Bahkan menghidupi diri sendiri saja tidak bisa—memalukan!”

Setelah itu, ia kembali berteriak keras:

“Ah… ah… ah…”

Ucapan-ucapannya mencerminkan penghinaan terhadap diri sendiri yang mendalam serta keputusasaan terhadap kenyataan hidup. Sepanjang video tidak ada musik latar—hanya terdengar jeritan pria tersebut, suara kendaraan yang melaju, dan sesekali suara angin—menciptakan suasana yang menekan dan sangat nyata.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok mengalami kemerosotan tajam. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan sulit mendapatkan kerja, sehingga berbondong-bondong masuk ke sektor pengantaran makanan. Namun, mereka justru menghadapi eksploitasi modal dan berbagai kesulitan, dan harus berjuang keras hanya untuk bertahan hidup.

Adegan serupa telah berulang kali muncul di media sosial Tiongkok. Pada bulan November tahun lalu, sebuah video menunjukkan seorang kurir makanan yang tetap mengantar pesanan di tengah angin dan salju. Sambil menyeka salju es dari topinya, ia tak kuasa menahan tangis. Sepeda motor dan tubuhnya dipenuhi salju.

Bahkan dua hari lalu, sebuah video lain beredar di media sosial Tiongkok daratan yang memperlihatkan seorang kurir makanan berulang kali pingsan di pinggir jalan, namun setiap kali sadar, ia segera bangkit dan kembali mengantar pesanan.

Warganet pun menghela napas prihatin:  “Rakyat biasa di Tiongkok benar-benar hidup dengan sangat sulit. Begitu memilukan hingga membuat orang meneteskan air mata.” (Hui)

Editor: Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine