EtIndonesia. Laporan media resmi Iran seperti Mehr News Agency dan sejumlah media lainnya, pada Kamis malam (30 April), terjadi beberapa ledakan kuat di wilayah selatan Teheran, disertai rentetan tembakan sistem pertahanan udara. Seluruh kota diliputi suasana tegang seperti di ambang perang.
Beredar juga rumor bahwa Israel telah melancarkan serangan mendadak berupa operasi “decapitation” (penargetan pemimpin).
Menurut sejumlah saksi mata, sekitar pukul 23.10 waktu setempat, suara ledakan besar terdengar jelas di berbagai wilayah selatan Teheran.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan langit di pinggiran selatan kota terang oleh kilatan sistem pertahanan udara dan senjata pencegat.
Warga setempat menggambarkan getaran dari ledakan tersebut begitu kuat hingga menyebabkan pintu dan jendela beberapa bangunan bergetar hebat. Banyak warga bergegas keluar rumah atau menuju tempat perlindungan untuk memantau situasi.
Meski lokasi pasti ledakan belum dikonfirmasi secara resmi, perhatian publik tertuju pada wilayah selatan Teheran yang merupakan kawasan strategis militer dan pemerintahan. Di sana terdapat salah satu fasilitas energi penting Iran, yaitu Rey Refinery, serta sejumlah gudang militer dan pusat logistik milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Bahkan muncul spekulasi bahwa serangan tersebut merupakan operasi Israel yang menargetkan langsung komandan tertinggi IRGC, Ahmad Vahidi.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah dan militer Iran masih belum memberikan pernyataan resmi. Mereka belum menjelaskan penyebab ledakan maupun jumlah korban jiwa. Keheningan ini dinilai oleh sebagian pihak sebagai indikasi bahwa situasinya cukup serius.
Dilaporkan oleh NTDTV.


