Lai Ching-te Tiba di Afrika untuk Kunjungan, Tegaskan Tidak Akan Tunduk pada Tekanan

EtIndonesia. Pada 2 Mei 2026 sore waktu setempat, Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te tiba di negara sahabat di Afrika, Eswatini (disebut Swaziland), untuk memulai kunjungan resmi.

Sebenarnya perjalanan ini tidak berjalan mulus sejak awal. Tahun ini menandai 58 tahun hubungan diplomatik antara Republik Tiongkok dan Eswatini. Lai awalnya dijadwalkan berangkat lebih awal, namun karena tekanan dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), negara-negara seperti Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar tiba-tiba membatalkan izin penerbangan pesawat presiden, sehingga perjalanan harus ditunda.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, telah lebih dulu mengunjungi Eswatini pada 25 April sebagai utusan khusus presiden. Ia menghadiri perayaan 40 tahun penobatan Raja Mswati III, ulang tahun ke-58 sang raja, serta peringatan 58 tahun kemerdekaan negara tersebut. Ia juga meninjau hasil kerja sama tim medis dan teknis Taiwan di sana.

Pada 30 April, saat menerima Wakil Perdana Menteri Eswatini, Thulisile Dladla, di Taipei, Lai mengatakan bahwa hambatan yang dihadapi justru membuat hubungan kedua pihak semakin erat. Ia juga secara khusus berterima kasih kepada Eswatini yang segera memberikan bantuan dan bahkan mengirim wakil perdana menterinya ke Taiwan sebagai bentuk dukungan. Hal ini sekaligus mengirim sinyal bahwa hubungan kedua negara tidak akan goyah karena tekanan.

Dalam unggahan Facebook pada malam harinya, Lai menyebut bahwa meskipun perjalanan ini tertunda beberapa hari, ia tetap merasakan sambutan yang sangat hangat setibanya di sana. Ia menegaskan bahwa ke depan akan memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, pertanian, budaya, dan pendidikan untuk semakin memperdalam hubungan bilateral.

Lai juga menyatakan bahwa Taiwan memiliki hak untuk terlibat dengan dunia dan bekerja sama dengan negara lain. Taiwan tidak mencari konfrontasi, tetapi juga tidak akan menyerah pada tekanan untuk membatasi keterlibatan internasionalnya. Ia menegaskan bahwa jalan ini akan terus ditempuh, bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga demi generasi mendatang.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine