Kapal Pesiar di Samudra Atlantik Dilanda Wabah Hantavirus, Tiga Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

EtIndonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 3 Mei menyatakan bahwa sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik diduga mengalami wabah virus hantavirus. Penyebaran virus ini menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan 3 orang lainnya terinfeksi.

Dalam pernyataannya, WHO mengatakan telah mengetahui dan sedang membantu penanganan insiden kesehatan masyarakat di kapal pesiar yang berlayar di Atlantik tersebut. “Sejauh ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium, dan lima kasus lainnya masih diduga. Dari enam orang yang terinfeksi, tiga telah meninggal dunia, sementara satu orang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.”

WHO menjelaskan bahwa infeksi hantavirus biasanya ditularkan melalui kotoran atau urine hewan pengerat. Penularan antar manusia jarang terjadi, namun virus ini memiliki tingkat kematian yang tinggi, yaitu sekitar 30% hingga 50%. Oleh karena itu, pasien perlu dipantau secara ketat dan mendapatkan perawatan medis serta penanganan darurat.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Afrika Selatan menyatakan bahwa telah terjadi wabah “penyakit pernapasan akut serius” di sebuah kapal pesiar di Atlantik, dengan dua orang meninggal akibat “infeksi pernapasan akut”.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa dua korban adalah pasangan suami istri warga negara Belanda. Sang suami berusia 70 tahun meninggal dunia di atas kapal dan jenazahnya telah dibawa ke Pulau Saint Helena. Istrinya pingsan di bandara Afrika Selatan saat hendak kembali ke Belanda dan kemudian meninggal di rumah sakit.

Kapal pesiar yang mengalami wabah ini adalah “Hondius”, yang sekitar tiga minggu lalu berangkat dari Ushuaia, Argentina, dan saat ini berlabuh di luar Pelabuhan Praia, ibu kota Cape Verde di Afrika Barat.

Perusahaan Belanda Oceanwide Expeditions, yang mengoperasikan kapal tersebut, mengkonfirmasi bahwa tiga penumpang telah meninggal, sementara identitas korban ketiga belum diumumkan. Seorang penumpang warga negara Inggris yang terkonfirmasi terinfeksi saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.

Kapal “Hondius” membawa sekitar 170 penumpang dan 71 awak kapal, termasuk satu dokter. Perusahaan menyatakan bahwa masih ada dua awak kapal yang menunjukkan gejala, namun otoritas Cape Verde belum mengizinkan penumpang atau awak yang membutuhkan perawatan medis untuk turun dari kapal.

Perusahaan tersebut menegaskan bahwa “prioritas utama Oceanwide Expeditions adalah memastikan dua orang yang bergejala mendapatkan perawatan medis yang memadai dan cepat.”

WHO menyatakan sedang berkoordinasi dengan negara-negara anggota dan operator kapal untuk melakukan evakuasi medis terhadap dua orang yang bergejala, serta melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh terhadap seluruh penumpang dan memberikan dukungan pencegahan epidemi. WHO juga telah memberi tahu titik kontak nasional sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional dan akan merilis laporan situasi wabah.

Laporan oleh Luo Tingting / Editor: Wen Hui – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine