EtIndonesia. Seorang wanita di Fujian, Tiongkok, baru-baru ini mengalami kondisi kritis setelah mengkonsumsi durian lalu minum sekitar 200 ml minuman keras (baijiu). Ia mengalami sesak dada, kesulitan bernapas, dan kadar oksigen darahnya sempat turun hingga 78%. Setelah mendapat pertolongan darurat, ia akhirnya berhasil keluar dari bahaya.
Menurut laporan media seperti Haixia Metropolis Daily, insiden terjadi saat wanita tersebut makan bersama teman-temannya. Ia mengonsumsi dua potong besar durian dan kemudian minum sekitar 200 ml baijiu. Tak lama kemudian, leher dan wajahnya memerah secara luas, serta muncul ruam biduran di seluruh tubuh.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, ia mulai mengalami gejala sesak dada, kesulitan bernapas, dan penurunan kesadaran. Saturasi oksigen dalam darahnya sempat turun hingga 78%.
Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis bahwa wanita tersebut mengalami gagal napas akibat reaksi disulfiram.
Dokter menjelaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar alergi, melainkan reaksi toksik kimia akibat interaksi antara kandungan dalam durian dan alkohol.
Durian diketahui mengandung berbagai senyawa sulfur, yang dapat menghambat aktivitas enzim aldehida dehidrogenase di hati—mirip dengan reaksi “antibiotik tertentu (seperti sefalosporin) jika dikonsumsi bersama alkohol”.
Akibatnya, setelah alkohol masuk ke tubuh, asetaldehida hasil metabolisme etanol tidak dapat diuraikan dengan cepat, sehingga menumpuk dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung, kejang saluran pernapasan, dan dalam kasus berat dapat langsung menyebabkan kegagalan pernapasan dan sirkulasi yang mengancam jiwa.
Saat ini, wanita tersebut telah keluar dari kondisi kritis setelah mendapatkan penanganan medis darurat.
Dokter mengingatkan agar dalam waktu 24 jam sebelum dan sesudah mengkonsumsi durian, seseorang harus menghindari semua minuman beralkohol, termasuk baijiu, bir, anggur, serta produk yang mengandung alkohol seperti obat herbal tertentu dan arak masak.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memahami interaksi antara makanan dan minuman dalam kehidupan sehari-hari guna menghindari risiko keracunan akibat kombinasi yang tidak cocok.
Sumber : NTDTV.com


