Baru-baru ini, seorang wanita di Zhejiang, Tiongkok menerima panggilan telepon dari sepupunya yang telah meninggal enam bulan sebelumnya saat sedang tidur. Setelah diangkat, tidak ada suara di seberang telepon. Panggilan aneh yang disebut sebagai “telepon dari surga” ini membuat seluruh keluarganya ketakutan. Namun setelah mereka pergi ke makam, ternyata makam tersebut telah dibongkar oleh pencuri.
EtIndonesia. Polisi Linhai, Zhejiang, pada 2 Mei mengumumkan kasus yang cukup aneh ini. Sekitar pukul 5 pagi, ponsel seorang wanita (bernama samaran Xiaomei) berdering. Ia terkejut karena nomor yang menelepon adalah milik sepupunya yang telah meninggal. Xiaomei pun mengangkat telepon tersebut, namun tidak ada suara dari pihak lain.
Panggilan misterius ini membuat keluarga Xiaomei gelisah. Setelah pagi hari, mereka pergi ke makam sepupunya untuk memeriksa dan menemukan bahwa makam tersebut telah digali. Ponsel di dalam peti serta uang bekal untuk mendiang telah dicuri. Karena ayah sepupu tersebut sangat merindukan anaknya, ia terus membayar biaya nomor ponsel tersebut, sehingga ponsel masih aktif.
Xiaomei dan keluarganya segera melapor ke polisi. Setelah memeriksa catatan panggilan, polisi menemukan bahwa nomor tersebut bahkan pernah digunakan tiga kali untuk melakukan panggilan darurat palsu.
Setelah melacak nomor tersebut, polisi menangkap seorang pria bermarga Yang di sebuah rumah kontrakan terpencil di kota tersebut. Ia mengakui telah melakukan pencurian makam, mencuri di kuil dan rumah tua, serta melakukan laporan palsu.
Kasus ini memicu perbincangan luas di kalangan netizen:
“Ya ampun, ini sangat menyeramkan.”
“Siapa yang bisa memahami perasaan seorang ayah yang terus membayar nomor ponsel anaknya yang sudah meninggal—sangat menyedihkan.”
Banyak juga yang mengecam pelaku pencurian makam sebagai tidak bermoral:
“Ini benar-benar keterlaluan!”
“Kasihan keluarga korban, luka yang ditimbulkan sangat besar.”
Laporan oleh Luo Tingting / Editor: Wen Hui – NTDTV.com


