JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga meskipun ketidakpastian kondisi global masih berlanjut. Demikian hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 30 April 2026 yang dirilis di Jakarta, Selasa (5/5).
Perang dan blokade di Timur Tengah serta fragmentasi geopolitik masih membayangi prospek ekonomi dunia. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global 2026 menjadi 3,1% dan memperingatkan risiko stagflasi. Namun demikian, ekonomi domestik masih solid dengan pertumbuhan 5,61%, ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
IHSG Terkoreksi, tapi Likuiditas Terjaga
Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.956,80 pada April 2026, terkoreksi 1,30% secara bulanan (mtm) dan 19,55% secara tahunan (ytd). Meski demikian, OJK menilai resiliensi dan likuiditas pasar tetap manageable. Rata-rata bid-ask spread tercatat rendah di 1,33 kali, sementara rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp18,51 triliun.
Investor asing mencatatkan net sell di saham sebesar Rp17,02 triliun sepanjang April. Namun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), asing membukukan net buy Rp8,80 triliun secara bulanan.
Jumlah investor pasar modal terus bertambah. Hingga April 2026, tercatat 26,49 juta investor, tumbuh 30,06% secara year-to-date.
Kredit Tumbuh 9,49%, NPL Terjaga
Sektor perbankan menunjukkan kinerja positif. Kredit pada Maret 2026 tumbuh 9,49% year-on-year (yoy) menjadi Rp8.659 triliun. Kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan 20,85% yoy, disusul kredit konsumsi 5,88% dan modal kerja 4,38%.
Kredit UMKM juga mulai membaik, tumbuh positif 0,12% yoy setelah sempat terkontraksi. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,55% yoy menjadi Rp10.231 triliun.
Risiko kredit tetap terkendali dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,14% dan NPL net 0,83%. Rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 25,09%, jauh di atas ambang batas.
Industri Asuransi dan Dana Pensiun
Aset industri asuransi Maret 2026 mencapai Rp1.195,75 triliun, naik 4,38% yoy. Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa tercatat 474,26% dan asuransi umum 316,32%, jauh di atas ketentuan minimum 120%. Sementara total aset dana pensiun tumbuh 10,49% yoy menjadi Rp1.684,89 triliun.
Pemberantasan Pinjol Ilegal dan Penipuan
OJK melalui Satgas PASTI telah menghentikan 951 entitas pinjaman online ilegal dan 3 investasi ilegal sepanjang 2026 hingga 29 April. Secara akumulasi sejak 2017, total pinjol ilegal yang ditutup mencapai 12.824 entitas.
Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), OJK bersama perbankan berhasil memblokir 485.758 rekening penipuan dengan total dana korban yang diblokir Rp614,3 miliar. Dana yang telah dikembalikan ke korban mencapai Rp169,3 miliar.
Arah Kebijakan ke Depan
OJK akan terus memantau dinamika global dan melakukan stress test terhadap industri jasa keuangan. Kebijakan pendukung pasar saham seperti buyback tanpa RUPS dan trading halt diperpanjang. OJK juga mendorong reformasi transparansi pasar modal, termasuk kenaikan minimum free float menjadi 15%.
Di sektor riil, OJK mendukung program 3 juta rumah dan UMKM melalui penguatan kebijakan SLIK serta restrukturisasi kredit terdampak bencana yang telah terealisasi Rp17,43 triliun untuk 279 ribu rekening.


