Li Ka-shing Kembali Menjual Bisnis Lainnya, Kali Ini Telekomunikasi Inggris Miliknya dengan Pendapatan Sebesar 4,3 Miliar Poundsterling

Baru-baru ini, perusahaan milik keluarga Li Ka-shing, CK Hutchison Holdings (CK Hutchison), mengumumkan bahwa anak perusahaannya telah menjual seluruh saham yang dimilikinya dalam bisnis telekomunikasi Inggris Vodafone Three. Transaksi ini akan menghasilkan dana tunai sebesar 4,3 miliar poundsterling.

EtIndonesia. Pada 5 Mei, CK Hutchison mengumumkan bahwa anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki, CK Hutchison Group Telecom Holdings Limited (CKHGT), telah setuju untuk menjual seluruh kepemilikannya di Vodafone Three. Melalui pembatalan sahamnya di perusahaan tersebut, CK Hutchison akan menerima pembayaran sebesar 4,3 miliar pound (sekitar 45,494 miliar dolar Hong Kong).

Setelah kabar ini dirilis, harga saham CK Hutchison sempat melonjak tajam sebelum akhirnya sedikit terkoreksi. Hingga penutupan perdagangan, saham berada di level 68 dolar Hong Kong per lembar, naik 4,13%, dengan kapitalisasi pasar terbaru mencapai 260,4 miliar dolar Hong Kong.

Menurut data publik, CKHGT memegang 49% saham, sementara Vodafone Group Plc memegang 51% sisanya. Kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian pada Juni 2023 dan menyelesaikan merger pada tahun 2025.

Co-Managing Director CK Hutchison, Canning Fok dan Alex Chisholm, menyatakan bahwa transaksi ini merupakan situasi saling menguntungkan bagi grup dan mitra, serta membawa arus kas besar dan merealisasikan nilai investasi secara nyata.

Dalam beberapa tahun terakhir, grup CK Hutchison telah beberapa kali mengurangi investasinya di Inggris.

Pada Januari 2026, kelompok CK Hutchison (dipimpin oleh CK Infrastructure) telah menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan di perusahaan penyewaan kereta Inggris UK Rails (Eversholt Rail). Transaksi ini disetujui oleh otoritas persaingan Inggris, dengan pembeli adalah perusahaan leasing kereta Eropa Beacon.

Kemudian pada 26 Februari, kelompok Cheung Kong mengumumkan secara bersama bahwa perusahaan-perusahaan di bawah keluarga Li Ka-shing—termasuk CK Infrastructure, CK Hutchison, Power Assets Holdings, dan CK Asset Holdings—sepakat menjual seluruh saham mereka di perusahaan jaringan listrik Inggris UK Power Networks kepada Engie dengan harga 10,5 miliar pound. Transaksi tersebut disetujui dengan mayoritas besar dalam rapat umum pemegang saham pada 27 April.

Saat mengakuisisi UK Power Networks pada tahun 2010, kelompok ini mengeluarkan hampir 5,8 miliar pound. Dengan harga jual saat ini sebesar 10,5 miliar pound, nilainya hampir meningkat dua kali lipat.

Media Hong Kong sebelumnya melaporkan bahwa nilai pasar UK Power Networks saat ini mencapai 16,838 miliar pound. Ditambah dengan dividen sekitar 4,4 miliar pound yang telah diterima keluarga Li selama bertahun-tahun, total keuntungan dari investasi selama 16 tahun ini diperkirakan melebihi enam kali lipat.

Dua transaksi besar tersebut dinilai oleh pihak luar sebagai sinyal penting bahwa kelompok CK Hutchison sedang menarik diri dari Inggris, meskipun pihak perusahaan tidak memberikan tanggapan langsung mengenai hal tersebut.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine