EtIndonesia. Pemerintah Iran pada Senin (4 Mei) merilis sebuah video secara besar-besaran, mengklaim bahwa dua rudal yang ditembakkan Iran telah menghantam sebuah kapal perang Amerika Serikat. Video tersebut sempat viral luas. Namun tak lama kemudian, publik menemukan bahwa video itu sebenarnya adalah rekaman lama dari latihan militer AS sepuluh tahun lalu. Sejumlah warganet pun menyindir: kemampuan Iran dalam memalsukan informasi kini sudah “mengejar” Partai Komunis TIongkok (PKT)
Kantor berita resmi Iran merilis video tersebut pada Senin, menyatakan bahwa dua rudal Iran menghancurkan kapal perang AS di dekat Pulau Jask.
Video itu langsung menyebar luas dan banyak orang sempat mempercayainya.
Namun segera diketahui bahwa rekaman tersebut berasal dari 14 Juli 2016, saat militer AS dalam latihan RIMPAC di Hawaii menenggelamkan sebuah kapal fregat yang sudah dipensiunkan dengan tembakan langsung.
Seorang aktivis pro-demokrasi ternama, Tang Baiqiao, menyindir di platform X:
“Iran dalam hal pemalsuan sudah mengejar PKT, langsung pakai saja (video lama).”
Sejumlah warganet Tiongkok juga bercanda: “Mungkin videonya disediakan oleh PKT.”
Ada juga yang mengatakan bahwa Iran tidak punya cukup dana untuk menggunakan teknologi AI, sehingga terpaksa “mencuri” video Amerika untuk membuat propaganda palsu tentang Amerika.
Beberapa pengamat militer juga menunjukkan bahwa kapal yang dikerahkan AS ke Timur Tengah adalah kapal perusak kelas Arleigh Burke dengan sistem Aegis, sedangkan kapal yang terlihat dalam video adalah fregat kelas Perry. Mereka menilai bahwa orang yang memahami militer tidak akan mudah tertipu oleh video tersebut.
Laporan oleh Ren Hao, NTDTV.


