Mantan Dubes AS Jadi Mata-Mata Kuba, Terancam Kehilangan Kewarganegaraan AS

EtIndonesia. Departemen Kehakiman AS pada Jumat (8 Mei) menyatakan bahwa pemerintah federal tengah mengupayakan pencabutan kewarganegaraan Amerika milik mantan duta besar AS Victor Manuel Rocha. Ia sebelumnya telah mengakui bahwa dirinya bekerja sebagai mata-mata pemerintah Kuba selama lebih dari 40 tahun.

Departemen Kehakiman AS pada Kamis mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Distrik Federal Distrik Selatan Florida. Dalam gugatan tersebut, Rocha dituduh memperoleh kewarganegaraan AS secara ilegal melalui pernyataan palsu dalam proses naturalisasi.

Dokumen gugatan merinci sejumlah kesaksian palsu yang diberikan Rocha saat mengajukan kewarganegaraan. Ia mengklaim tidak pernah secara sadar melakukan tindak pidana yang belum pernah membuatnya ditangkap. Ia juga menyatakan tidak memiliki hubungan apapun dengan Partai Komunis, mengaku percaya pada Konstitusi dan sistem pemerintahan Amerika Serikat, serta berjanji setia sepenuhnya kepada AS. Namun menurut Departemen Kehakiman, semua pernyataan tersebut tidak benar.

Rocha yang kini berusia 73 tahun lahir di Kolombia dan resmi menjadi warga negara AS pada 1978. Selama bekerja di Departemen Luar Negeri AS, ia pernah ditempatkan di Argentina, Meksiko, Republik Dominika, Italia, dan Honduras. Ia juga menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Bolivia pada 2000 hingga 2002. Selain itu, ia pernah menjadi penasihat khusus Komando Selatan Militer AS.

Identitas Rocha sebagai mata-mata terungkap setelah pertemuannya dengan agen penyamaran FBI pada 2022 hingga 2023. Dalam percakapan tersebut, ia menyebut Amerika Serikat sebagai “musuh” dan memuji pemimpin Kuba mendiang Fidel Castro.

Menurut dakwaan pidana pada Desember 2023, Rocha telah menjadi agen rahasia Direktorat Intelijen Kuba sejak memasuki Departemen Luar Negeri AS pada 1981.

Rocha pada 2024 telah mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi dan penipuan terhadap pemerintah Amerika Serikat. Ia juga mengakui bahwa dirinya sudah bekerja untuk Kuba sejak 1973, bahkan sebelum memperoleh kewarganegaraan AS. Saat ini ia sedang menjalani hukuman penjara selama 15 tahun.

Jaksa Distrik Selatan Florida, Jason A. Reding Quinones, mengatakan bahwa Rocha bukanlah agen tingkat rendah dan gugatan pencabutan kewarganegaraan ini merupakan tahap akhir dari proses hukum terhadapnya.

Ia menegaskan bahwa seseorang yang diam-diam mengabdi kepada Kuba komunis tidak seharusnya tetap menikmati hak istimewa sebagai warga negara Amerika, bahkan ketika sedang menjalani hukuman penjara.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine