Eropa Memasuki “Mode Oven”, Gelombang Panas Melanda Banyak Negara dengan Suhu Mendekati 40°C

Gelombang panas terkuat sejak awal musim panas sedang melanda sejumlah negara di Eropa. Di beberapa wilayah Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, dan Inggris, suhu udara mendekati bahkan melampaui 40 derajat Celsius, sehingga banyak daerah mengeluarkan peringatan suhu tinggi tingkat tertinggi.

Akibat cuaca ekstrem ini, sekolah-sekolah terpaksa diliburkan, sejumlah layanan kereta dibatalkan, dan masyarakat berbondong-bondong mencari kesejukan di air mancur, tepi sungai, maupun kolam renang. Di Paris, banyak orang bahkan memilih melompat ke Kanal Saint-Martin untuk mendinginkan diri.

EtIndonesia.com Pada Senin (22 Juni), gelombang panas terus menyelimuti Paris dan wilayah sekitarnya. Suhu di ibu kota Prancis itu sempat mencapai 39°C, sementara di kota Bordeaux suhu bahkan menembus 40°C. Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan merah, tingkat kewaspadaan tertinggi untuk cuaca panas, dan kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung sepanjang pekan.

Seorang wisatawan bernama Damore mengatakan: “Cuacanya benar-benar sangat panas. Untungnya pemerintah Kota Paris menyediakan air minum gratis.”

Pada 21 Juni, banyak warga Paris berenang di Kanal Saint-Martin yang terletak di bagian timur laut kota untuk mencari kesegaran di tengah cuaca yang menyengat.

Suhu panas melanda kawasan Eropa (tangkapan Layar)

Seorang warga Paris bermarga Cruz mengatakan: “Suhu airnya pas dan sangat nyaman. Kami benar-benar senang bisa berenang di sini hari ini.”

Di Spanyol, suhu tertinggi di wilayah selatan mencapai 42°C. Pemerintah Kota Madrid juga kembali membuka “tempat perlindungan iklim” (climate shelters) yang menyediakan ruangan berpendingin udara bagi para tunawisma agar terhindar dari panas ekstrem.

Seorang pekerja konstruksi berkomentar singkat: “Panas sekali!”

Di Italia, suhu di Roma mencapai 36°C. Kota-kota seperti Milan, Florence, Bologna, dan Turin juga telah mengeluarkan peringatan merah akibat gelombang panas.

Sementara itu, Jerman juga mengalami cuaca panas berkepanjangan. Di beberapa wilayah, suhu diperkirakan dapat mencapai 40°C dalam beberapa hari mendatang. Wisatawan dan penduduk setempat berusaha mengatasi panas dengan menikmati es krim atau bermain air di sekitar air mancur.

Di Inggris, suhu udara diperkirakan dapat naik hingga 39°C pada pertengahan pekan ini, yang berpotensi memecahkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni.

Menurut para ahli meteorologi, gelombang panas kali ini terutama disebabkan oleh massa udara panas dari Gurun Sahara yang bergerak ke arah utara. Bersamaan dengan itu, sistem tekanan tinggi kuat yang dikenal sebagai antisiklon Afrika menciptakan fenomena “kubah panas” (heat dome) yang memerangkap udara panas di atas Eropa Barat dan Eropa Tengah, sehingga suhu terus meningkat dari hari ke hari.

Laporan ini disusun oleh jurnalis Liu Jiajia untuk New Tang Dynasty Television (NTD).

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine