Pasangan Suami Istri Mengalami Infeksi Paru yang Tak Kunjung Sembuh, Setelah Lantai Dibongkar Ternyata Dipenuhi Jamur

EtIndonesia.com Memasuki musim hujan (plum rain season) di Tiongkok selatan, curah hujan yang terus-menerus menciptakan kondisi lembab yang mendukung pertumbuhan jamur. Seorang pria bermarga Zhou dari Ningbo dan istrinya mengalami demam, batuk, dan batuk berdahak secara bersamaan. Awalnya mereka mengira terkena influenza yang saling menularkan, tetapi pengobatan tidak membuahkan hasil. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata lapisan di bawah lantai rumah mereka dipenuhi jamur tebal.

Menurut laporan media Tiongkok The Paper (Pengpai News), Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Ningbo belakangan ini menerima sejumlah pasien dengan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jamur.

Jamur Bersarang di Paru-Paru Seorang Lansia

Seorang pria berusia 73 tahun, bermarga Zhu, memiliki riwayat asma yang sebelumnya dapat dikendalikan dengan obat-obatan. Namun, dalam tiga bulan terakhir ia mengalami batuk berkepanjangan dan sesak napas yang tidak membaik meski telah menjalani terapi antibiotik selama beberapa hari.

Setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut dan menjalani pemeriksaan bronkoskopi, dokter menemukan adanya infeksi jamur Schizophyllum commune, yang dalam bahasa Tionghoa dikenal sebagai jamur belah (裂褶菌) atau juga disebut “jamur pohon putih”.

Dokter menjelaskan bahwa jamur ini melepaskan spora yang sangat kecil dan dapat melayang di udara seperti debu. Kemungkinan besar pasien menghirup udara yang mengandung spora dalam jumlah besar sehingga memicu penyakit jamur alergi pada bronkus dan paru-paru.

Infeksi semacam ini mudah disalahartikan sebagai serangan asma atau pneumonia biasa. Penderita sering mengeluarkan dahak kental berwarna kuning keputihan, disertai mengi dan demam. Jika tidak ditangani tepat waktu, fungsi paru-paru dapat mengalami kerusakan permanen.

Jamur Tebal Ditemukan di Bawah Lantai Rumah

Kasus pasangan suami istri bermarga Zhou memberikan peringatan yang lebih nyata.

Keduanya mengalami demam, batuk, dan batuk berdahak secara bersamaan. Hasil CT scan menunjukkan adanya area konsolidasi yang luas pada kedua paru-paru mereka. Awalnya dokter menduga mereka mengalami infeksi influenza, tetapi terapi antiinfeksi tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Setelah dokter menanyakan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka secara lebih rinci, pasangan itu teringat bahwa kamar mandi di rumah mengalami kebocoran dan lantai ruang tamu tampak lembab serta menghitam.

Saat kembali ke rumah dan membongkar lantai, mereka terkejut menemukan lapisan bawah lantai dipenuhi jamur tebal yang mengeluarkan bau apek. Dokter menyimpulkan bahwa mereka mengalami infeksi akibat menghirup spora jamur.

Aspergillus Sangat Aktif pada Musim Hujan

Jamur Aspergillus merupakan salah satu jenis jamur yang paling aktif selama musim hujan di wilayah tersebut. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat, jamur ini biasanya dapat dibersihkan oleh mekanisme pertahanan tubuh.

Namun, pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, memiliki penyakit penyerta, atau terpapar spora jamur dalam konsentrasi tinggi dalam waktu lama, Aspergillus dapat menginfeksi paru-paru dan menyebabkan pneumonia aspergilosis, yang dalam kasus berat dapat berkembang menjadi gagal napas.

Tips Mengurangi Jamur di Rumah

Dokter memberikan beberapa saran untuk mengurangi pertumbuhan jamur selama musim hujan:

  1. Jaga kelembaban dalam rumah di bawah 50%. Gunakan mode pengering pada AC atau dehumidifier bila diperlukan.
  2. Bersihkan area yang rentan ditumbuhi jamur, seperti kamar mandi, dapur, tabung mesin cuci, karet pintu kulkas, dan saluran pembuangan lantai.
  3. Periksa bagian tersembunyi di balik lantai atau dinding apabila terdapat kebocoran atau rembesan air yang tidak diketahui penyebabnya.
  4. Bersihkan kotoran dan bulu hewan peliharaan setiap hari, karena dapat menjadi sumber nutrisi bagi pertumbuhan jamur.

Bahaya Jamur bagi Kesehatan

Berikut sejumlah risiko yang ditimbulkan oleh jamur:

  • Jamur tumbuh sangat cepat. Dalam lingkungan hangat dan lembab, pertumbuhan serta penyebarannya dapat terjadi hanya dalam 24–48 jam.
  • Jamur sering tersembunyi di balik dinding, di bawah lantai, atau di dalam lemari sehingga sulit dideteksi.
  • Jamur dapat merusak bangunan, menyebabkan biaya perbaikan yang besar, dan banyak perusahaan asuransi tidak menanggung biaya penghilangan jamur.
  • Paparan jamur dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti nyeri hebat pada tubuh, nyeri sendi, mual, serta masalah pernapasan kronis atau yang lebih serius.
  • Bayi, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat, bahkan dapat berakibat fatal apabila terpapar jenis jamur tertentu.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

Berawal dari Ruang Kelas, Guru Anak Berkebutuhan Khusus Ini Sabet Penghargaan Internasional

oleh: Fadjar Pratikto PEKALONGAN – Ketulusan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus membawa Angga Pratama Armadi Putra melangkah dari ruang kelas di Kota Pekalongan menuju panggung internasional....

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine