Gelombang Panas Melanda Eropa, Truk Penyemprot Air Dikerahkan di Berbagai Kota, Suhu Diperkirakan Terus Melonjak

ETIndonesia.com– Dari Semenanjung Skandinavia hingga Pegunungan Alpen, warga Eropa tengah menghadapi cuaca panas yang menyengat. Gelombang panas yang dalam beberapa hari terakhir terus bergerak ke arah timur telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Di sejumlah wilayah, suhu udara menembus 40 derajat Celsius, bahkan memecahkan rekor.

Eropa saat ini sedang mengalami salah satu gelombang panas terparah yang pernah tercatat. Sejak Jumat (26/6/2026), suhu udara terus melonjak sehingga banyak daerah mengerahkan truk penyemprot air untuk membantu menurunkan suhu dan memberikan kesejukan bagi warga.

Di Praha, ibu kota Republik Ceko, suhu pada Jumat melonjak hingga di atas 30 derajat Celsius. Banyak warga memadati area di sekitar truk penyemprot air di pusat kota untuk mendinginkan diri, sementara anak-anak tampak antusias berlari mengikuti kendaraan tersebut.

Otoritas Ceko pada Sabtu (27/6) mengeluarkan peringatan cuaca panas untuk seluruh wilayah negara. Suhu diperkirakan masih akan terus meningkat pada Minggu (28/6).

Fenomena serupa juga terjadi di Kota Saarbrücken, Jerman, yang berbatasan dengan Prancis. Pada Jumat, suhu di kota tersebut mencapai 41,3 derajat Celsius, mencetak rekor baru.

Pada Sabtu, suhu di berbagai wilayah Jerman mencapai 38 derajat Celsius. Hampir seluruh wilayah negara itu berada di bawah peringatan cuaca panas ekstrem, sementara pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air.

Kepolisian Berlin mengerahkan dua kendaraan meriam air ke berbagai lokasi di kota untuk menyemprotkan kabut air guna membantu warga mengatasi panas. Di kawasan Potsdamer Platz, sejumlah warga bahkan mengacungkan jempol sebagai bentuk apresiasi kepada petugas.

Seorang pedagang sandwich bernama Mohammed mengatakan: “Saya pernah bekerja pada suhu minus 17 hingga 18 derajat Celsius. Di luar sekarang sekitar 40 derajat Celsius. Tapi di sini suhunya mencapai 50 derajat Celsius. Saudara, mau masuk? Mau masuk ke sauna saya?”

Gelombang panas juga melanda Hungaria. Di Budapest, suhu diperkirakan akan melampaui 40 derajat Celsius. Para wisatawan berkumpul di pusat kota untuk menikmati semprotan kabut air guna meredakan panas. Badan meteorologi setempat juga telah mengeluarkan peringatan suhu tinggi untuk seluruh negeri.

Di Prancis, gelombang panas ini telah menyebabkan puluhan kematian. Transportasi kereta api dan pasokan listrik terdampak, sejumlah sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar, dan berbagai aktivitas luar ruangan terpaksa ditunda.

Menurut Reuters, gelombang panas kali ini dipicu oleh fenomena atmosfer yang dikenal sebagai “Omega Block” (Omega Blocking), yang menyebabkan suhu udara jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata musiman.

Sementara itu, cuaca ekstrem juga memicu krisis lingkungan di kawasan lahan basah Delta Sungai Po yang dilindungi di Italia.

Menurunnya debit Sungai Po membuat aliran sungai tidak lagi mampu menahan intrusi air laut. Akibatnya, fenomena yang dikenal sebagai “baji garam” (salt wedge) bergerak semakin jauh ke daratan dan mencemari sumber air tawar. Untuk mencegah air asin merusak tanaman pertanian, sejumlah saluran irigasi terpaksa ditutup.

Petani setempat, Federica Vidali, mengatakan: “Tahun ini, sejauh yang kami lihat, situasinya lebih buruk dibandingkan tahun 2022. Biasanya masalah intrusi garam baru muncul pada Juli atau Agustus. Namun sekarang baru bulan Juni dan masalah itu sudah terjadi. Ini berarti seluruh musim produksi pertanian akan terdampak.”

Para ahli setempat menilai bahwa selain membangun jaringan irigasi yang lebih efisien, para petani juga perlu mengubah metode budidaya agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Sumber : NTDTV.com, Guo Yuexi, laporan gabungan

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine