Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pada Sabtu (27 Juni), setelah Iran menyerang sebuah kapal tanker di dekat Selat Hormuz, militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap 10 sasaran militer di Iran. Pada Minggu (28 Juni), Iran mengklaim telah membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
EtIndonesia.com Pada Sabtu 27 Juni, Iran meluncurkan drone bunuh diri yang menghantam kapal tanker berbendera Panama M/T Kiku yang sedang berlayar di dekat Selat Hormuz.
Menurut laporan tersebut, serangan ini merupakan aksi terbaru setelah sebelumnya Iran menyerang kapal kargo yang disebut sebagai milik Evergreen Marine Singapore, sehingga memicu serangan udara Amerika Serikat.
Pada Sabtu malam, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan: “Sebagai tanggapan atas serangan drone Iran terhadap kapal tanker M/T Kiku, pesawat tempur Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika Serikat malam ini telah menyerang 10 sasaran militer Iran di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.”
CENTCOM juga menegaskan bahwa kapal-kapal komersial masih terus berlayar melalui Selat Hormuz.
Pada hari yang sama, sebuah organisasi maritim multinasional yang berada di bawah pengawasan Angkatan Laut Amerika Serikat mengumumkan perluasan salah satu jalur pelayaran di dekat pantai Oman, sehingga kapal dapat melintas dua arah (masuk dan keluar) secara bersamaan.
Sebagai balasan, Iran kembali melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Sirine peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi di kedua negara tersebut.
Iran juga mengancam akan mengambil alih pengaturan pembukaan kembali dan operasional Selat Hormuz. Teheran menyatakan akan bertindak lebih tegas terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan serta mengancam akan memberikan “respons yang menghancurkan” terhadap setiap serangan balasan dari militer Amerika Serikat.
Pada Minggu (28 Juni), Kementerian Luar Negeri Bahrain mengecam serangan terbaru Iran dan menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta pertanggungjawaban Iran serta menghentikan apa yang disebut sebagai “tindakan agresi yang terus berlanjut.”
Pada Sabtu malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengunggah pernyataan di platform Truth Social, memperingatkan bahwa apabila para pemimpin Iran tidak mematuhi perjanjian sementara yang telah disepakati, maka mereka akan “dihancurkan sepenuhnya.”
Laporan disusun oleh reporter New Tang Dynasty Television, Zeng Wenxian dan Wang Yanjiao.


