Tiga Kejanggalan di Balik Insiden Pesawat Ringan Menabrak Gedung di Beijing

EtIndonesia.com Sebuah pesawat ringan yang pada 26 Juni menabrak China Zun (CITIC Tower) di Beijing memang tidak menimbulkan kerusakan berskala besar. Namun, insiden tersebut segera menarik perhatian media internasional.

Banyak pihak mempertanyakan bagaimana sebuah pesawat ringan dapat terbang hingga ke pusat kota Beijing—yang dikenal memiliki pengawasan ruang udara paling ketat di Tiongkok—lalu menabrak gedung tertinggi yang hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari Zhongnanhai, kompleks pusat kepemimpinan tertinggi Tiongkok.

Menurut laporan BBC, meskipun skala insiden ini tentu tidak dapat dibandingkan dengan serangan 11 September (9/11) di Amerika Serikat, tingkat keanehannya dinilai tidak kalah mencengangkan.

Laporan tersebut menyoroti tiga pertanyaan utama yang hingga kini belum terjawab.

1. Bagaimana pesawat ringan itu bisa memasuki pusat kota Beijing?

Sejak Mei lalu, Beijing telah menerapkan pengawasan ruang udara yang sangat ketat.

Pemerintah melarang penjualan drone, melarang membawa drone maupun komponennya ke wilayah Beijing, serta mewajibkan izin untuk setiap penerbangan di ruang terbuka. Bahkan layang-layang dan lampion terbang juga termasuk dalam daftar benda yang dilarang.

Namun, pesawat ringan tersebut justru berhasil melewati seluruh sistem pembatasan itu dan terbang hingga ke kawasan Central Business District (CBD) Beijing.

Berdasarkan informasi publik, pesawat tersebut dimiliki oleh Dongshi Shuangyue (Beijing) General Aviation Co., Ltd., dengan pangkalan di Bandara Umum Shifosi, Distrik Pinggu, Beijing.

Jarak garis lurus dari Bandara Shifosi ke kawasan CBD tempat China Zun berada sekitar 60 kilometer.

Surat kabar Hong Kong Ming Pao, mengutip sumber dari industri penerbangan, melaporkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, petugas menara pengawas Beijing telah berulang kali memanggil pesawat tersebut melalui saluran pengendalian keberangkatan, pendekatan (approach), dan pengendalian wilayah udara, tetapi tidak mendapat respons.

Selanjutnya, helikopter militer dikirim untuk memeriksa situasi. Namun, ketika helikopter tiba, pesawat tersebut sudah lebih dulu menabrak gedung.

Laporan itu juga menyoroti bahwa sejak lepas landas hingga menabrak gedung, seharusnya terdapat sistem zona larangan terbang serta perangkat pelacakan pada pesawat. Akan tetapi, seluruh sistem tersebut ternyata gagal mencegah insiden tersebut.

2. Siapakah pilot pesawat tersebut?

Mengenai satu-satunya orang yang berada di dalam pesawat, pihak berwenang hanya menyatakan:

“Di dalam pesawat hanya terdapat seorang pilot yang meninggal dunia di lokasi kejadian.”

Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai jenis kelamin, usia, identitas, ataupun nama pilot tersebut.

3. Apakah pesawat memang sengaja menargetkan China Zun, atau hanya kecelakaan?

Pertanyaan ketiga menjadi fokus utama berbagai spekulasi.

Meskipun telah muncul berbagai rumor dan analisis dari sejumlah pengamat, hingga kini belum ada jawaban pasti apakah pesawat itu memang sengaja diarahkan ke China Zun atau insiden tersebut murni merupakan kecelakaan.

Lokasi Masih Dijaga Ketat

Hingga saat ini, pemerintah Tiongkok masih membatasi informasi terkait insiden tersebut.

Berbagai video mengenai kejadian itu dilaporkan telah dihapus dari internet, sementara area sekitar lokasi kejadian masih ditutup bagi masyarakat.

Menurut laporan Kantor Berita Yonhap dari Korea Selatan, hingga siang 28 Juni, atau lebih dari 40 jam setelah kejadian, kawasan sekitar lokasi tabrakan masih berada di bawah pengamanan yang sangat ketat.

Seluruh jalan menuju China Zun dipasang garis polisi. Polisi serta relawan yang mengenakan rompi merah berjaga di dalam gedung dan mengawasi keluar-masuk orang ke area kejadian. (***)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine