Presiden Amerika Serikat Donald Trump padai Senin (29/6/2026) kembali menyatakan bahwa komunisme merupakan ancaman terbesar bagi Amerika Serikat. Ia juga memperingatkan bahwa apa yang disebut sebagai “sosialisme demokratis” pada hakikatnya adalah komunisme, yang menurutnya sedang menyebar dengan cepat di berbagai wilayah Amerika dan membuat Partai Demokrat menghadapi masalah. Trump mengatakan:”Saya pikir ini adalah ancaman terbesar bagi negara kita.”
EtIndonesia.com Saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih pada Senin (29/6), Trump menyebut berkembangnya sosialisme demokratis sebagai ancaman terbesar yang pernah dihadapi Amerika Serikat sejak negara itu berdiri. Menurutnya, ancaman tersebut bahkan lebih besar dibandingkan ancaman yang pernah ditimbulkan oleh Perang Dunia I, Perang Dunia II, serangan ke Pearl Harbor, maupun serangan teroris 11 September (9/11).
Trump melanjutkan:”Karena ini bukan sosialisme. Ini adalah komunisme yang sesungguhnya.”
Trump mengatakan bahwa istilah “sosialisme demokratis” digunakan karena terdengar lebih menarik, padahal menurutnya hakikat ideologi tersebut adalah komunisme sepenuhnya. Ia juga berpendapat bahwa para kandidat yang mengusung sosialisme demokratis memperoleh banyak pengikut karena mereka menawarkan janji-janji yang pada akhirnya tidak dapat dipenuhi.
Trump memperingatkan bahwa hal itu pada dasarnya merupakan upaya membawa komunisme ke Amerika Serikat, dan menurutnya tidak ada ancaman yang lebih berbahaya daripada itu.
Sejak Zohran Mamdani mulai menjabat sebagai Wali Kota New York pada awal tahun ini, sejumlah kandidat di berbagai kota besar Amerika Serikat yang memiliki latar belakang sebagai sosialis demokrat dilaporkan berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan (primary), mengalahkan tokoh-tokoh senior dari Partai Demokrat.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump berulang kali menyinggung ancaman komunisme terhadap Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa Partai Demokrat sedang menghadapi persoalan serius.
Sementara itu, orang terkaya di dunia, Elon Musk, pada akhir pekan lalu juga membagikan kembali sejumlah unggahan mengenai klaim bahwa komunisme telah menyebabkan sekitar 100 juta kematian di seluruh dunia.
Unggahan tersebut juga menyatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) bertanggung jawab atas kematian sekitar 65 juta warga Tiongkok, dan menyebut rezim tersebut sebagai yang paling brutal.
Laporan disusun oleh Li Mei dan Chen Qian dari New Tang Dynasty Television (NTD)


