EtIndonesia.com Pertempuran antara Ukraina dan Rusia terus meluas hingga ke wilayah Rusia. Pada Selasa (30 Juni), drone Ukraina dilaporkan terbang lebih dari 500 kilometer dan untuk kedua kalinya menyerang Pusat Komunikasi Antariksa Dubna (Dubna Space Communications Center), yang merupakan salah satu pusat komunikasi satelit penting militer Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa strategi serangan jarak jauh Ukraina terus berjalan.
Diiringi suara ledakan keras, drone Ukraina tampak melaju langsung menuju sasaran.
Pada Selasa (30/6), Zelenskyy mengonfirmasi bahwa militer Ukraina kembali menyerang Pusat Komunikasi Antariksa Dubna yang berada di Oblast Moskow. Fasilitas tersebut terletak lebih dari 500 kilometer dari perbatasan Ukraina dan disebut sebagai salah satu pusat komunikasi satelit khusus militer Rusia.
Menurut laporan tersebut, Rusia selama ini menggunakan fasilitas itu untuk melakukan pengintaian strategis serta mengkoordinasikan dan mengendalikan operasi pasukan Rusia di garis depan perang di Ukraina.
Serangan ini disebut sebagai serangan keempat yang berhasil dilakukan Ukraina terhadap pusat komunikasi utama militer Rusia dalam beberapa waktu terakhir. Jangkauan serangan juga dikatakan telah meluas dari Oblast Moskow hingga Oblast Vladimir.
Zelenskyy menegaskan bahwa strategi serangan jarak jauh Ukraina terus mengalami kemajuan.
Beberapa hari sebelumnya, militer Ukraina juga melancarkan serangan besar terhadap Kilang Minyak Slavyansk di Krai Krasnodar, Rusia. Rekaman yang beredar menunjukkan kilang tersebut dilalap api besar setelah serangan, dengan asap hitam pekat membumbung ke langit hingga menyerupai letusan gunung berapi.
Sementara itu, otoritas Rusia pada hari Selasa menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka semalam berhasil menembak jatuh 419 drone Ukraina.
Menurut pihak Rusia, salah satu drone jatuh menimpa sebuah rumah pribadi di Oblast Moskow dan mengakibatkan seorang bayi berusia enam bulan meninggal dunia.
Di sisi lain, Zelenskyy juga mengatakan bahwa selama lebih dari empat tahun, Rusia telah 15 kali menetapkan lalu menunda tenggat waktu untuk menguasai wilayah Donbas di Ukraina timur.
“Tahun ini mereka kembali menunda tenggat waktu. Awalnya ditetapkan pada 31 Maret, kemudian diundur menjadi 1 September, dan sekarang tenggat terbaru adalah 31 Desember,” katanya.
Pada saat yang sama, Rusia juga terus melancarkan serangan udara ke wilayah Ukraina. Serangan yang terjadi pada hari Selasa di Sumy dan Zaporizhzhia dilaporkan menyebabkan sejumlah korban tewas dan luka-luka, sehingga situasi perang antara Rusia dan Ukraina masih tetap berlangsung dengan intens.
Laporan disusun oleh Yi Jing dari New Tang Dynasty Television (NTD)


