EtIndonesia.com Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa selama sepekan terakhir telah memicu kebakaran hutan berskala besar di sejumlah negara, termasuk Spanyol dan Portugal. Sementara itu, di tengah cuaca panas, Paris, Prancis, kembali membuka area berenang di Sungai Seine untuk tahun kedua berturut-turut agar masyarakat dapat mendinginkan diri.
Api yang berkobar disertai asap tebal menerangi sebagian besar langit malam.
Kebakaran hutan mulai terjadi pada Kamis (2 Juli) di wilayah Vouzela, Portugal bagian tengah. Didorong angin kencang dan suhu tinggi, api dengan cepat meluas hingga ke tiga kota di sekitarnya hanya dalam semalam.
Pihak berwenang mengerahkan lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran, ratusan kendaraan pemadam, serta pesawat pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Namun hingga saat itu, kobaran api belum berhasil dikendalikan secara efektif.
Pada Jumat malam (3 Juli), negara tetangga Spanyol mengirim personel dari Military Emergency Unit (UME) beserta kendaraan dan pesawat pemadam kebakaran untuk membantu upaya pemadaman di Portugal.
“Begitu kami menerima panggilan kemarin, kami langsung berangkat. Sebanyak 120 personel dikerahkan, sebagian besar berasal dari batalion tanggap darurat di León, ditambah sekitar 10 personel dari markas besar di Madrid,” kata salah seorang anggota UME, Manuel López.
Pada Sabtu (4 Juli), tim penyelamat Spanyol terlihat memadamkan titik-titik api menggunakan selang air sekaligus membuat jalur penghalang agar api tidak menjalar ke permukiman.
Seorang warga yang rumahnya berhasil diselamatkan dari kobaran api, Carlos Antunes, memuji kerja tim penyelamat.
“Mereka adalah tim yang sangat profesional dan menyelesaikan tugas dengan sangat baik. Mereka terlatih dengan baik, memiliki perlengkapan yang lengkap, dan benar-benar mampu menangani tugas seperti ini. Kerja yang luar biasa!”
Hingga saat ini, kebakaran telah menghanguskan sedikitnya 27.000 acre lahan, atau sekitar 10.900 hektare.
Paris Kembali Buka Area Berenang di Sungai Seine
Setelah melewati sepekan cuaca yang sangat panas, warga Paris mendapat kabar yang menggembirakan.
Pada Sabtu (4 Juli), Pemerintah Kota Paris mengumumkan pembukaan kembali tiga area berenang resmi di Sungai Seine untuk tahun kedua berturut-turut.
Seorang wisatawan asal Belanda, Stefano van Dan, mengatakan: “Seorang teman kami merekomendasikan tempat ini. Saya pikir bisa berenang sambil melihat Menara Eiffel adalah pengalaman yang sangat istimewa, jadi kami langsung memutuskan untuk datang.”
Wisatawan Belanda lainnya, Daniela Roviaro, menambahkan: “Kualitas airnya sangat baik, cuacanya juga sejuk, tidak terlalu panas. Sangat nyaman untuk berenang.”
Pemerintah Kota Paris menyatakan bahwa area berenang di Sungai Seine akan dibuka hingga akhir Agustus. Kualitas air akan diperiksa setiap hari guna memastikan keselamatan masyarakat.
Prakiraan cuaca menunjukkan suhu di Paris akan kembali meningkat pada Senin (6 Juli). Menurut Badan Meteorologi Prancis, suhu tertinggi diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius.
Laporan disusun oleh Tang Li, NTD Television.


