EtIndonesia.com Setelah jebolnya sebuah bendungan di Guangxi, Tiongkok beberapa desa dilaporkan hancur diterjang banjir. Warga yang tidak sempat menyelamatkan diri terseret arus. Laporan menyebutkan bahwa jumlah korban tewas yang diumumkan pemerintah Tiongkok, yakni hanya satu digit, memicu keraguan. Sejumlah gambar dan video yang diklaim memperlihatkan jenazah korban mulai beredar di media sosial luar negeri.
Salah satu video yang beredar memperlihatkan sebuah saluran air kecil yang masih dialiri air berlumpur setelah banjir surut. Di dalamnya terlihat dua jenazah laki-laki dalam posisi tengkurap di perairan dangkal. Berdasarkan penampakan dalam video, artikel tersebut berspekulasi bahwa keduanya tampak masih berusia muda dan kemungkinan adalah anak-anak.
Sebuah foto lain yang beredar memperlihatkan sebuah jalan yang dipenuhi puing-puing sisa banjir. Di antara tumpukan puing tersebut tampak sesosok jenazah orang dewasa dalam posisi tengkurap.
炼狱中共国,全国 #天罚 #天灾 系列:#广西 洪水中漂浮很多尸体还有老人和孩子,连牲口都死在洪水中。中共继续掩盖死亡数据,民众反馈30小时没物资了,吃喝都没有。中共还封锁道路,阻止民间赈灾救援,救人需提前向党报批。中共制造人祸继续杀人!
— 无王无帝(澳喜特战旅)🔥 (@justice_trail) July 8, 2026
此外 #甘肃 泥石流,未来几日沿海地区还有强力台风。 https://t.co/LWeATtCoNx pic.twitter.com/6yyjWJVOV9
廣西洪災的浮尸! pic.twitter.com/zHAGEBnBM2
— 世事觀心 (@shishiguanx) July 9, 2026
Dikutip dari NTDTV.com, hingga saat ini hanya sebagian kecil gambar dan video yang berhasil beredar di media sosial di luar Tiongkok. Sejumlah warganet berkomentar bahwa jika materi tersebut masih dapat tersebar, kemungkinan ada lebih banyak foto dan video lain yang tidak muncul karena diduga telah disensor oleh pemerintah Tiongkok.
🚨【廣西橫州洪水】7月8日,廣西災區陸續有遇難者遺體被發現‼️ https://t.co/xHXsW7LQ0f pic.twitter.com/E1jjD7YUvA
— 海外爆料 (@zhihui999) July 8, 2026
Sebelumnya seorang pengguna internet di Hengzhou dilaporkan mendapat ancaman dari aparat kepolisian setempat setelah menulis dalam sebuah grup percakapan bahwa “banyak jenazah hanyut dari Desa Nankang.” Pemerintah setempat kemudian mengeluarkan klarifikasi yang menyatakan informasi tersebut tidak benar.

Disebutkan bahwa Bendungan Liulan yang jebol berada di wilayah Hengzhou, sementara Desa Nankang merupakan salah satu desa yang disebut paling parah terdampak arus banjir.
Menurut berbagai laporan, pemerintah Tiongkok saat ini berupaya membatasi penyebaran informasi dari wilayah bencana.
Sebagai contoh seorang perempuan yang melakukan live streaming untuk memperlihatkan kondisi desa yang masih dikepung banjir. Disebutkan bahwa setelah ia mengatakan “situasinya tidak optimistis,” siaran langsung tersebut segera dihentikan oleh platform.
Pada 6 Juli, Bendungan Liulan dilaporkan jebol sehingga air dalam jumlah sangat besar mengalir deras ke wilayah hilir. Artikel tersebut menyebut bahwa beberapa desa hampir rata dengan tanah akibat banjir tersebut.
廣西洪災期間開直播 帳號突遭中斷封號 事件引發熱議 https://t.co/9LS72rcfDM pic.twitter.com/LpYTRAeJfO
— 大紀元爆料平台 (@china_epoch) July 8, 2026
Rekaman udara yang beredar memperlihatkan kerusakan yang sangat luas. Sebagian warganet memperkirakan jumlah korban jiwa bisa mencapai ribuan, meskipun tidak menyertakan bukti independen yang mendukung perkiraan tersebut.
Saat bendungan jebol, banyak video di internet memperlihatkan banjir menghancurkan desa-desa di hilir. Dalam beberapa rekaman tampak warga berusaha bertahan di tengah arus deras, dengan hanya kepala mereka yang terlihat di atas permukaan air.
Sebagian warga berhasil menyelamatkan diri ke perbukitan di belakang desa, sementara yang lain terjebak di atas atap rumah atau memanjat rangka besi di tempat yang lebih tinggi. Akan tetapi, berapa banyak warga lain yang tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya hanyut terbawa banjir.
Hingga dua hari setelah bendungan jebol, masih banyak warga yang terjebak tanpa air bersih dan makanan sambil menunggu bantuan. Pemerintah dikabarkan menerapkan pembatasan lalu lintas yang menghambat masuknya tim penyelamat swasta ke daerah terdampak.
Selain itu, media sosial di Tiongkok dipenuhi video resmi mengenai operasi penyelamatan, tetapi pada saat yang sama banyak warga yang masih meminta pertolongan karena terjebak banjir. Akan tetapi, permintaan bantuan tersebut kemudian dihapus atau disensor.
Dilaporkan oleh Chen Zhenjin/Disunting oleh Lin Qing


