Baru-baru ini, wabah COVID-19 kembali memasuki puncak penularan di Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Macau. Ketiga wilayah tersebut sama-sama melaporkan adanya kasus kematian, sehingga menimbulkan perhatian publik.
EtIndonesa.com Pada 8 Juli, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok merilis data yang menunjukkan bahwa selama bulan Juni, 31 provinsi, wilayah otonom, kota setingkat provinsi, serta Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang melaporkan 79.000 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi, termasuk 130 kasus berat dan 1 kematian.
Selain itu, di rumah sakit pemantau (sentinel hospitals), tingkat positif COVID-19 pada pasien dengan gejala mirip influenza yang datang ke unit rawat jalan dan gawat darurat telah meningkat menjadi 6,4%.
CDC Tiongkok juga memperingatkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan, termasuk infeksi akibat:
- Virus COVID-19,
- Virus influenza,
- Rhinovirus,
- Enterovirus,
- Virus parainfluenza,
- Human metapneumovirus (HMPV).
Berita mengenai meningkatnya kembali kasus COVID-19 menjadi topik terpopuler di Weibo. Banyak warganet Tiongkok berkomentar:
“Ternyata COVID-19 masih ada. Kita harus benar-benar menjaga diri.”
“COVID-19 sebenarnya tidak pernah hilang, hanya bermutasi. Saya sendiri baru saja terinfeksi beberapa waktu lalu.”
“Pantas saja sekarang begitu banyak orang yang demam dan flu.”
“Sebenarnya jumlah yang terinfeksi jauh lebih banyak. Enam anggota keluarga saya semuanya terkena COVID-19. Hanya saja rumah sakit tidak lagi melakukan tes, sehingga tidak dilaporkan. Kami mengetahuinya setelah melakukan tes sendiri.”
Hong Kong dan Macau juga mengalami lonjakan
Tidak hanya Tiongkok daratan, Hong Kong dan Macau juga kembali mengalami gelombang peningkatan COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir. Jumlah kasus berat maupun kematian terus bertambah.
Pada 2 Juli, Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengumumkan bahwa Hong Kong resmi memasuki musim influenza baru.
Direktur Divisi Penyakit Menular, Au Ka-wing, mengatakan bahwa data pemantauan menunjukkan wabah COVID-19 di Hong Kong terus meningkat sejak bulan Mei. Tingkat tes positif, jumlah pasien yang berobat, serta pasien yang dirawat di rumah sakit semuanya mengalami peningkatan yang signifikan.
Varian yang saat ini mendominasi di masyarakat masih merupakan turunan dari JN.1, termasuk KP.1.1.1 dan SFG.
Menurut Au Ka-wing, sejak Mei hingga saat ini telah tercatat 23 kasus COVID-19 berat atau meninggal pada orang dewasa, dan minggu ini juga muncul dua kasus berat pada anak-anak.
Ia menjelaskan bahwa Hong Kong biasanya mengalami satu siklus peningkatan aktivitas COVID-19 setiap 6 hingga 9 bulan, sehingga diperkirakan dalam beberapa minggu ke depan jumlah infeksi akan terus meningkat, disertai bertambahnya pasien rawat inap, kasus berat, serta klaster penularan di masyarakat dan sekolah.
Sementara itu, pada 5 Juli, Kepala Biro Kesehatan Makau Lo Iek Long mengatakan bahwa setiap tahun biasanya terdapat satu hingga dua periode puncak COVID-19. Saat ini tingkat positif COVID-19 di Macau telah mencapai 25%, yang dinilai cukup tinggi. Ia juga menyatakan bahwa telah muncul kasus berat dan kematian, serta mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan langkah-langkah pencegahan.
Keluarga dari Shanghai diduga menyembunyikan kondisi penyakit
Menurut laporan media, sebuah keluarga beranggotakan empat orang asal Shanghai yang baru berwisata ke Hong Kong dan Macau terinfeksi tiga jenis virus, termasuk COVID-19. Seluruh anggota keluarga mengalami demam dan menjalani pengobatan.
Seorang dokter di Macau memperingatkan bahwa kasus infeksi kelompok seperti ini seharusnya dilaporkan kepada pihak berwenang. Namun keluarga tersebut diduga menyembunyikan kondisi kesehatannya dan tetap menaiki pesawat dari Macau menuju Shanghai pada 3 Juli.
Dalam penerbangan, kondisi salah seorang anak memburuk dan mengalami diare terus-menerus hingga mengotori seluruh kabin pesawat. Akibatnya, penumpang maupun awak pesawat berpotensi terpapar infeksi.
Setelah kejadian tersebut terungkap, perhatian masyarakat terhadap meningkatnya kembali penyebaran COVID-19 pun semakin besar.
Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui


