Ribuan Produk dan 500 Perusahaan Ramaikan FHI 2026, Sektor F&B dan Hospitality Jadi Penggerak Ekonomi

JAKARTA, 21 Juli 2026 – Di tengah menguatnya ketahanan pasar domestik, sektor makanan, minuman, dan hospitality Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Momentum ini semakin diperkuat dengan dibukanya Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Selasa (21/7).

Memasuki edisi ke-20, FHI kembali menegaskan posisinya sebagai ajang Business-to-Business (B2B) strategis yang mempertemukan pelaku industri nasional dan global. Lebih dari sekadar pameran, acara ini menjadi katalis bagi perluasan akses perdagangan, investasi, dan kolaborasi lintas negara.

Pembukaan FHI 2026 ditandai dengan seremoni pemotongan pita yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri WardhanaDeputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu, serta jajaran direksi PT Pamerindo Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing industri nasional di kancah global.

Sektor Hospitality Tumbuh 13,14 Persen, Jadi Motor Ekonomi

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai FHI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat keterkaitan antara industri makanan, minuman, hospitality, dan pariwisata secara menyeluruh.

“Pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga pengalaman melalui gastronomi dan kualitas layanan hospitality yang telah menjadi aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia. Kehadiran FHI memiliki peran penting sebagai platform yang menghubungkan produsen lokal dengan buyer internasional, mendorong investasi, serta membangun kemitraan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin inovatif, tangguh, dan berdaya saing global,” ujar Widiyanti.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen.

Industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia juga menyumbang sekitar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau senilai sekitar Rp639 triliun pada 2025. Angka ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap sektor hospitality dan food service yang kini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menambahkan bahwa Indonesia memiliki pasar domestik yang kuat dengan prospek investasi yang menjanjikan.

“Di tengah perkembangan ekonomi kreatif yang terus bertumbuh, industri hospitality, makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong inovasi, membuka peluang usaha dan menciptakan nilai tambah. Karena itulah setiap pertemuan dan pameran terkait ekosistem ini dapat menjadi awal dari sebuah kolaborasi besar,” ujar Teuku Riefky.

500 Perusahaan dari 32 Negara, Asia Farm hingga Robot Coupe

Selama empat hari penyelenggaraan (21–24 Juli 2026), FHI 2026 menghadirkan ribuan produk, teknologi, dan solusi bagi industri makanan, minuman, serta hospitality. Lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara berpartisipasi, di antaranya Asia Farm, Greenfields Professional, JAPFA Food, Queen Food, Bella Cuisine Korea, Koch Backen, Robot Coupe, Unox, Nayati, Sango Hospitality, Indo Porcelain, Gea Getra, dan Chair Culture.

Partisipasi perusahaan dari Australia, Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Finlandia, Italia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Turki, hingga Uni Emirat Arab menegaskan posisi FHI sebagai pameran dagang internasional B2B terdepan di Indonesia sekaligus pintu masuk strategis bagi pelaku industri global yang ingin menjangkau pasar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Business Matching dan Kompetisi Bergengsi

FHI 2026 tidak hanya tentang pameran. Ajang ini juga menghadirkan FHI Business Matching Programme yang mempertemukan lebih dari 2.000 pertemuan bisnis antara exhibitor dengan buyer potensial dari dalam dan luar negeri. Program ini dirancang untuk mempercepat terjalinnya kemitraan strategis, memperluas akses pasar, serta membuka peluang investasi baru.

Berbagai kompetisi dan seminar juga digelar untuk meningkatkan kompetensi SDM dan mendorong inovasi:

  • Tea Masters Cup (TMC) – Kompetisi bergengsi bagi para profesional teh. Indonesian Tea Specialist Oza Sudewo mengatakan, “Tea Masters Cup bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh rantai industri teh, mulai dari petani, tea master, pelaku usaha, hingga edukator.”
  • World Fashion Drinks Competition (WFDC) Indonesia Division – Kompetisi kreasi minuman non-alkohol bertaraf internasional yang menjadi wadah bagi mixologist dan barista Indonesia.
  • Indonesia Barista Championship (IBC) – Ajang seleksi barista terbaik Indonesia menuju World Barista Championship, diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).
  • Wine Masterclass – Edukasi dasar mengenai wine bagi para profesional di industri hospitality oleh Indonesia Sommelier Association (ISA).
  • Workshop Session bersama Association of Culinary Professionals (ACP) menghadirkan chef dan praktisi kuliner dalam sesi hands-on masterclass.
  • Industry Seminar bersama LPPOM MUI dan Perum BULOG membahas implementasi kewajiban sertifikasi halal serta strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen Keberlanjutan dan Ekosistem Terintegrasi

FHI 2026 juga memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui berbagai inisiatif, antara lain:

  • Better Stands Programme – Stand pameran ramah lingkungan
  • Pengelolaan limbah pameran bersama Ecoloop
  • Pengelolaan limbah makanan berkolaborasi dengan FoodCycle Farm
  • Stasiun isi ulang air minum oleh Waterhub
  • Pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi sustainable aviation fuel bersama Noovoleum
  • Stasiun pengisian kendaraan listrik oleh SKKTAMA
  • Beyond Coffee – berkolaborasi dengan Kopi Kamu x POTADS dan melibatkan barista penyandang Down syndrome

Kunjungi FHI 2026 Sebelum 24 Juli

Meysia Stephannie, Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia 2026, menyampaikan optimisme terhadap prospek industri ke depan.

“Dengan pertumbuhan daya beli masyarakat, meningkatnya investasi, serta prospek industri yang terus menguat, kami optimistis FHI 2026 tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi katalis lahirnya inovasi, investasi, dan kemitraan strategis yang akan menentukan arah pertumbuhan industri ini ke depan. Kami akan terus memperkuat peran FHI sebagai pameran dagang internasional B2B terdepan di Indonesia demi mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan,” tutup Meysia.

FHI 2026 masih berlangsung hingga 24 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tiket masuk tersedia melalui Advance Ticket Sales (ATS) seharga Rp150.000 atau di lokasi seharga Rp250.000 untuk akses selama empat hari pameran.

INSPIRASI ERABARU

Bersyukur Tak Hanya Menenangkan Hati, tetapi Juga Membentuk Ulang Otak

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu otak mengembangkan rasa syukur yang bermanfaat bagi kesehatan mental maupun fisik. Oleh Sarah Campise Hallier Ketika ayah Melissa meninggal secara tiba-tiba,...

4 Makanan Tinggi Protein yang Membantu Lansia Meningkatkan Imunitas dan Mempertahankan Massa Otot

Asupan protein cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan dampaknya sering kali muncul secara perlahan tanpa disadari. Ketika massa otot melemah, infeksi menjadi lebih lama...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine