EtIndonesia.com Belgia dalam beberapa hari terakhir mengalami kebakaran hutan terparah dalam sejarah modern negara tersebut. Sebagian besar kawasan cagar alam telah berubah menjadi lahan hangus. Pada Sabtu (16 Agustus), petugas pemadam kebakaran terus berupaya keras memadamkan api. Sekitar 600 warga di wilayah timur diperintahkan untuk mengungsi.
Nicolas Yernaux, juru bicara pemerintah daerah Wallonia, mengatakan bahwa hingga pukul 18.00 pada 15 Agustus, kebakaran telah menghanguskan sedikitnya 20 kilometer persegi lahan, dan api masih belum berhasil dikendalikan.
Menurut laporan AFP, kebakaran mulai terjadi pada 14 Agustus di kawasan High Fens (Hautes Fagnes), dekat perbatasan Belgia-Jerman, kemudian menyebar dengan cepat.
Pejabat Belgia mengatakan api mulai menyebar dari kawasan lahan gambut dan hutan pinus, dan menggambarkan kebakaran tersebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah modern Belgia.
Pihak berwenang mengerahkan tambahan personel dari berbagai wilayah Belgia. Helikopter dan pesawat pemadam kebakaran dari berbagai negara Uni Eropa juga datang memberikan bantuan.
Pemerintah daerah dalam sebuah unggahan di Facebook mengatakan bahwa pada sore hari tersebut, warga di sebagian wilayah Sourbrodt dan Buetgenbach, dua desa yang berdekatan, diperintahkan untuk mengungsi demi keselamatan.
Menurut Belga News Agency, sekitar 600 orang menerima perintah evakuasi. Kota-kota di sekitarnya juga membuka sebuah gedung olahraga untuk menampung warga yang dievakuasi. (***)


