Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo Mengganas, Lebih dari 2.500 Orang Meninggal Dunia

EtIndonesia.com Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Sabtu (22/8/2026) bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) sedang mengalami pertumbuhan “secara eksponensial”. Lebih dari 2.500 orang telah meninggal, dan sekitar separuh dari kematian tersebut terjadi dalam 20 hari terakhir.

Ini merupakan wabah Ebola ke-17 di Republik Demokratik Kongo. Jumlah kasus terkonfirmasi telah mencapai lebih dari 5.000 kasus, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah.

Para petugas mengatakan bahwa dana bantuan diperkirakan akan habis dalam beberapa minggu.

Selain itu, akibat kepanikan dan ketidakpuasan masyarakat setempat, para pekerja kesehatan semakin sering menjadi sasaran serangan.

Dalam enam bulan terakhir, telah terjadi lebih dari 260 serangan terhadap petugas kesehatan, yang mengakibatkan sedikitnya 8 tenaga medis meninggal dunia. (***)

INSPIRASI ERABARU

Jangan Biarkan Hal Sepele Merusak Harimu

Tiga perubahan sudut pandang untuk menyikapi kembali situasi yang berpotensi menjengkelkan. Mike Donghia Salah satu keyakinan saya yang mungkin cukup kontroversial adalah bahwa rasa kesal merupakan...

Efek Penyembuhan dari Hujan

Suara, aroma, dan unsur kimia dalam hujan dapat mengurangi stres, meningkatkan ketenangan, bahkan memperbaiki daya ingat Arsh Sarao Bagi sebagian orang, hujan dianggap sebagai gangguan. Namun,...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine