1.850 UMKM Tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026, BI Dorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

JAKARTA, 24 Agustus 2026 — Sebanyak 1.850 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia unjuk gigi dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh—yang berarti Berdaya, Bersama-Sama—acara tahunan ke-11 ini menjadi wadah bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, mendapatkan pembiayaan, dan naik kelas.

Dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, KKI 2026 turut dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta para duta besar negara sahabat.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” , acara ini menjadi hasil kolaborasi 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Destry Damayanti menegaskan bahwa ketiga kata kunci tersebut menjadi fondasi pengembangan UMKM ke depan.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry.

Pameran Lebih Besar, Lebih Banyak UMKM Terlibat

KKI 2026 mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 550 UMKM tampil secara luring dan 1.300 UMKM secara daring melalui platform www.karyakreatifindonesia.co.id, naik dari 362 UMKM luring dan 1.100 UMKM daring pada KKI 2025.

Lima Kebaruan dan Generasi Muda Jadi Sorotan

Tahun ini, KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan, termasuk CANGKIR BARISTA, CITRA NUSA, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill) serta pengembangan zona hijau.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Youth Island, sebuah area khusus yang mempertemukan generasi muda dengan ekosistem UMKM. Direktur Group Ekonomi-Keuangan Inklusif BI, Rosita Dewi, mengatakan bahwa Youth Island dirancang untuk mengubah persepsi anak muda terhadap produk tradisional seperti wastra.

“Kita ingin mengajak anak muda untuk bangga menggunakan wastra. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan menggunakan wastra Indonesia, kita bisa tetap keren, tetap bagus,” ujarnya.

BI juga mendorong pengembangan talenta muda di sektor kopi melalui program Cangkir Barista, sebuah ajang pencarian barista berkualitas internasional yang diharapkan dapat memperkenalkan keragaman kopi Indonesia ke pasar global.

UMKM Jawa Timur: Pilar Ekonomi yang Terus Bertumbuh

Dalam gelaran KKI 2026, 17 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur ambil bagian dalam pameran luring, sementara 55 UMKM lainnya tampil secara daring. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai sektor unggulan, mulai dari wastra, kriya, fesyen, hingga kopi dan makanan-minuman olahan.

Kepala KPwBI Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa UMKM adalah pilar utama perekonomian daerah. “Jawa Timur memiliki 2,57 juta unit usaha UMKM yang menyerap 96,3 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur,” ungkapnya.

Melalui pembinaan yang konsisten, KPwBI Jatim telah membina 67 UMKM yang terbukti mampu naik kelas, memperluas serapan tenaga kerja, dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Keikutsertaan dalam KKI 2026 menjadi momentum strategis bagi UMKM Jatim untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

INSPIRASI ERABARU

Benarkah Pepatah “Miskin Sesungguhnya Mudah Dijalani, Pura-pura Kaya Sulit Ditanggung”?

Mengakui bahwa diri tidak punya uang memberi seseorang ruang untuk hidup sesuai kemampuan. Sebaliknya, berpura-pura kaya membuat seseorang harus terus mempertahankan sebuah sandiwara yang...

Bagaimana Topi Biasa Menjadi Simbol Jabatan dalam Sejarah Tradisional Tiongkok

Topi kasa hitam pada awalnya hanyalah penutup kepala sehari-hari yang dikenakan baik oleh rakyat biasa maupun para juru tulis. Dibutuhkan waktu sekitar seribu tahun—serta...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine