EtIndonesia.com Militer Amerika Serikat pada Kamis (27 Agustus) merilis sebuah video yang mengumumkan bahwa mereka telah selesai membersihkan ranjau laut yang beberapa bulan sebelumnya dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, secara resmi mengumumkan bahwa jalur pelayaran internasional telah dibuka kembali.
Komandan CENTCOM sekaligus Laksamana Brad Cooper: “Hari ini, jalur pelayaran internasional telah dibuka, dan situasinya juga berkembang ke arah yang positif.”
Pada Kamis, Komandan CENTCOM sekaligus Laksamana Brad Cooper mengumumkan bahwa operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz telah selesai.
“Kami telah berhasil membersihkan ranjau laut yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Hormuz. Ranjau-ranjau tersebut dipasang oleh Garda Revolusi beberapa bulan lalu. Tanpa berlebihan, seluruh prosesnya penuh tantangan dan sangat berbahaya, tetapi kami telah menyelesaikan misi ini,” katanya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Jumat (28 Agustus) mengatakan bahwa dalam 14 hari terakhir, militer AS telah membantu memastikan sekitar 130 juta barel minyak dapat melewati Selat Hormuz.
Sementara itu, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani melakukan perjalanan ke Teheran untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Dalam pertemuan tersebut, Al Thani menekankan kepada Iran perlunya memulihkan kembali pelayaran di jalur perairan internasional seperti sebelum perang. Ia juga kembali menegaskan pentingnya menghormati kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional.


