EtIndonesia.com Musim panas tahun ini, Eropa kembali dilanda cuaca yang sangat panas dan kering. Kebakaran hutan melanda wilayah yang luas di Eropa Barat. Tak disangka, setelah api padam, muncul masalah lain yang jauh lebih berbahaya.
Menurut laporan Euronews pada 22 Agustus, selain harus memadamkan kebakaran, petugas pemadam kebakaran juga harus mewaspadai kemungkinan ledakan tiba-tiba dari bawah tanah. Sejumlah besar bom dan amunisi yang tidak meledak yang tersisa dari Perang Dunia I dan Perang Dunia II kini kembali muncul ke permukaan. Laporan mengenai ledakan telah muncul di Prancis, Jerman, Belgia, dan Belanda.
Akademisi Sarah Njeri dari School of Oriental and African Studies, University of London, mengatakan bahwa perubahan iklim sedang membawa kembali ke permukaan benda-benda yang selama ini terkubur di dalam tanah dan relatif stabil, tetapi kini kembali menjadi berbahaya.
Setelah kebakaran hutan terjadi di sekitar Bordeaux, Prancis barat daya, sejumlah amunisi yang diduga berasal dari era Perang Dunia II ditemukan kembali.
Provinsi Liège di Belgia bagian timur juga menghadapi masalah serupa. Gubernur provinsi tersebut, Hervé Jamar, mengatakan bahwa karena terdapat amunisi yang terkubur di bawah tanah di kawasan kebakaran, petugas penyelamat harus menyesuaikan metode penanganan mereka. Dalam beberapa waktu terakhir, mereka bahkan mendengar beberapa ledakan kecil di lokasi.
Salah satu kebakaran yang sangat parah terjadi di kawasan Hautes Fagnes, yang membentang hingga ke Jerman. Wilayah ini merupakan bagian dari kawasan tempat berlangsungnya Pertempuran Ardennes (Battle of the Bulge) yang terkenal dalam Perang Dunia II.
Pada Desember 1944, pasukan Jerman melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan Sekutu di kawasan tersebut. Pada awalnya, pasukan Jerman sempat mengalami kemajuan, tetapi setelah bala bantuan Sekutu tiba dan sumber daya Jerman semakin menipis, serangan tersebut akhirnya gagal.
Bukan hanya kebakaran hutan, kekeringan juga menyebabkan peninggalan perang dari puluhan bahkan ratusan tahun lalu kembali muncul ke permukaan. Setelah permukaan air sungai menyusut, berbagai benda seperti kapal militer Jerman, sepeda motor militer Jerman, bahkan bom mulai terlihat.


