Sichuan, Tiongkok  Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Terseret Arus; Rekaman Kondisi Mengerikan Beredar

EtIndonesia.com  Pada dini hari 22 Agustus, Kabupaten Mabian, Kota Leshan, Provinsi Sichuan, Tiongkok dilanda hujan deras dan banjir bandang. Banjir membawa lumpur serta berbagai material, merendam dan merusak banyak kendaraan, toko, dan rumah di sepanjang jalan. Beberapa kendaraan bahkan terseret derasnya arus hingga tergantung atau tersangkut pada bangunan dan dinding.

Menurut laporan sejumlah media daratan Tiongkok, akibat hujan lebat, terjadi banjir bandang di kawasan Yanjia Gou, wilayah perkotaan Kabupaten Mabian. Ketinggian air terus meningkat sehingga kawasan Chengnan, Minjian, Zhangba, dan sejumlah daerah lainnya terendam. Beberapa wilayah kecamatan dan desa juga mengalami dampak banjir dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.

Seorang pemilik toko peralatan listrik setempat, bermarga Xu, mengatakan bahwa hujan turun selama lebih dari tiga jam. Kulkas, pendingin udara, mesin cuci, lemari, dan seluruh peralatan rumah tangga di tokonya terendam banjir.

Karena air mulai masuk pada tengah malam dan jalan-jalan tidak dapat dilalui, ia tidak sempat mencapai tokonya. Kerugiannya diperkirakan lebih dari 1 juta yuan (sekitar Rp2,3 miliar). Rumahnya juga kemasukan air dan mobilnya ikut terseret banjir.

Xu mengatakan bahwa saat ini air sudah mulai surut, tetapi meninggalkan lumpur dalam jumlah besar. Ketebalannya mencapai paha orang dewasa sehingga sangat sulit dibersihkan.

Seorang warga lainnya mengatakan bahwa sekitar pukul 02.00 dini hari, air tiba-tiba masuk ke lantai pertama toko yang berada di pinggir jalan. Ketinggian air terdalam mencapai pinggul. Puluhan orang yang terjebak bersama-sama menahan pintu agar tidak jebol. Setelah memecahkan jendela, mereka kemudian berpindah ke lantai dua toko di sebelahnya untuk menyelamatkan diri.

Pada pagi 22 Agustus, seorang pemilik toko perempuan di Kabupaten Mabian mengatakan bahwa sekitar pukul 02.00 air mulai masuk ke tokonya. Sebagian barang dagangan terendam. Banyak kendaraan di pinggir jalan juga terendam, sementara sejumlah pohon tumbang.

Sekitar pukul 08.00, air banjir mulai meluap ke atas Jembatan Rainbow (Jembatan Mabian). Sejumlah warga terlihat menerobos genangan untuk memantau kondisi air, sementara beberapa kendaraan terjebak di atas jembatan. Air Sungai Mabian mengalir deras sambil membawa lumpur, puing-puing, dan berbagai benda lainnya.

Seorang warga setempat bernama Xiaoqiang mengatakan bahwa masyarakat setempat sedang berupaya membuka kembali jalan yang tertutup. Menurutnya, warga Mabian mengandalkan upaya penyelamatan mandiri terlebih dahulu.

Warganet setempat mengungkapkan:

“Banjirnya sangat mengerikan.”

“Ya Tuhan, mengerikan sekali.”

“Begitu bangun tidur, baru tahu kompleks perumahan sudah kemasukan air. Mabian kembali dilanda banjir besar. Seingat saya, ini banjir terbesar yang pernah terjadi. Semoga semua orang selamat. Entah berapa banyak orang yang kembali menjadi korban bencana.”

Ada juga laporan dari warga bahwa sejumlah orang terseret arus banjir.

Warganet lainnya menulis:

“Mabian tadinya sangat tenang, tetapi satu hujan deras membuat seluruh wilayah menjadi kacau. Toko-toko di seluruh kota kabupaten kemasukan air dan kendaraan terseret banjir. Sangat menakutkan.”

“Di sekitar Toko Kue Robin masih ada seseorang di atas pohon.”

“Ada apa dengan Mabian? Tahun ini sudah kedua kalinya wilayah ini terendam banjir.”

Warga juga menggambarkan bahwa jalan-jalan di pusat kota dipenuhi arus banjir yang deras dan keruh. Area di sekitar Bank Pertanian Tiongkok turut terendam banjir bandang, sementara puing-puing dan lapak pedagang terseret arus.

“Banjir tidak mengenal belas kasihan. Setelah bekerja keras sepanjang tahun, semuanya lenyap dalam satu banjir.”

Seorang warganet lainnya menulis:

“Tidak ada yang menyangka hujan deras sekitar pukul dua atau tiga dini hari akan membuat seluruh Mabian kacau. Saya mengumpulkan banyak rekaman yang dibuat teman-teman di lokasi. Melihat jalan-jalan yang sudah familiar kini terendam banjir keruh, hati terasa sangat sedih. Hanya dalam satu malam banjir bandang, entah berapa banyak rumah dan hasil jerih payah masyarakat yang terendam.”

Pada dini hari 22 Agustus, Kabupaten Mabian mengalami hujan ekstrem dengan intensitas sangat tinggi. Observatorium Meteorologi Kabupaten Mabian mengeluarkan peringatan hujan deras level oranye pada pukul 01.33 dan meningkatkannya menjadi peringatan merah pada pukul 02.44.

Di wilayah Laodong, Minjian, Jianshe, dan beberapa daerah lainnya, curah hujan dalam tiga jam mencapai lebih dari 100 milimeter. Sementara itu, di Xuekoushan, Yanfeng, Meilin, dan sejumlah lokasi lainnya, curah hujan tiga jam mencapai lebih dari 50 milimeter.

Menurut laporan, hujan deras tersebut menyebabkan kerusakan rumah, longsor dan ambruknya sejumlah ruas jalan, serta berbagai kerusakan lainnya. Hingga saat ini, pihak berwenang setempat belum mengumumkan data resmi mengenai jumlah korban maupun total kerugian.

INSPIRASI ERABARU

Bagaimana Topi Biasa Menjadi Simbol Jabatan dalam Sejarah Tradisional Tiongkok

Topi kasa hitam pada awalnya hanyalah penutup kepala sehari-hari yang dikenakan baik oleh rakyat biasa maupun para juru tulis. Dibutuhkan waktu sekitar seribu tahun—serta...

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine