Anak Perempuan 5 Tahun di Tiongkok Ditendang Robot hingga 4 Gigi Copot, Wajah Dijahit dan Meninggalkan Bekas Luka

Insiden robot buatan Tiongkok yang mengalami kehilangan kendali dilaporkan terus terjadi. Seorang anak perempuan berusia 5 tahun di Xiangyang, Hubei, sedang mengunjungi sebuah pertunjukan ketika sebuah robot tiba-tiba mengangkat kakinya dan menendang wajah anak tersebut. Akibatnya, empat giginya copot dan wajahnya harus dijahit tiga kali. Lebih dari sembilan bulan setelah kejadian, orang tua korban dan pihak-pihak terkait masih belum mencapai kesepakatan mengenai kompensasi.

EtIndonesia.com Peristiwa tersebut terjadi pada pagi 12 November 2025, ketika Taman Kanak-Kanak Jinse Yaolan di Shangdufu, Xiangyang, mengorganisasi para murid untuk mengunjungi Museum Sains dan Teknologi Xiangyang.

Saat itu, robot yang sedang dipertunjukkan tiba-tiba mengangkat kaki dan menendang wajah anak tersebut. Darah mengucur deras, beberapa gigi susu copot, sementara bibir atasnya terluka dan meninggalkan bekas luka.

Ibu anak tersebut, Wang, mengatakan kepada Yangtze Evening News bahwa setelah kejadian ia berulang kali memeriksa rekaman kamera pengawas di lokasi. Rekaman menunjukkan anak-anak berdiri di sekitar robot. Robot kemudian mendekat di bawah kendali seorang petugas, berjalan dua langkah ke depan, lalu mengangkat kaki dan melakukan gerakan berputar.

“Anak saya berdiri di tempat dan tidak bergerak. Kaki robot langsung mengenai sisi kiri bibir atasnya, dan anak saya kemudian jatuh ke lantai,” kata Wang.

Setelah dibawa ke rumah sakit, luka pada bibir atas anak tersebut harus dijahit. Satu gigi depannya copot akibat tendangan, sementara satu gigi lainnya goyang dan kemudian copot. Karena gusi mengalami kerusakan, dua gigi susu lainnya juga copot secara bertahap selama proses perawatan.

Wang mengatakan setelah kejadian, anaknya terutama hanya bisa mengkonsumsi makanan cair. Gusinya juga sering mengalami peradangan yang menyebabkan demam tinggi, sehingga anak tersebut mengalami banyak penderitaan.

Bekas luka di wajah juga memberikan dampak psikologis yang cukup besar. Hingga kini, anak tersebut telah menjalani lima kali perawatan laser untuk mengurangi bekas luka. Dokter mengatakan bekas luka hanya dapat dibuat sebisa mungkin menjadi lebih samar dan kemungkinan sulit untuk menghilangkannya sepenuhnya.

Menanggapi kejadian tersebut, seorang pejabat Museum Sains dan Teknologi Xiangyang bernama Xiao membantah bahwa robot tersebut sedang melakukan pertunjukan resmi. Ia mengatakan robot masih berada dalam tahap pelatihan dan uji coba, bukan pertunjukan publik yang dijadwalkan sesuai prosedur kunjungan.

Robot tersebut dioperasikan oleh seorang staf penuh waktu dari perusahaan Anda Chuangzhan yang ditempatkan di museum.

“Dia tidak memperkirakan jarak aman dengan baik dan salah mengoperasikan robot,” kata Xiao.

Wang membantah penjelasan pihak museum. Menurutnya, ketika kejadian berlangsung, robot melakukan gerakan bela diri berisiko tinggi seperti tendangan berputar dalam jarak sangat dekat dengan anak-anak.

Di lokasi juga tidak terdapat penghalang fisik, garis pembatas keamanan, maupun petugas khusus yang mengawasi area tersebut.

Keluarga korban telah berulang kali meminta dokumen mengenai kualifikasi operator, catatan pelatihan, log pengoperasian robot, serta laporan investigasi, tetapi hingga kini tidak satu pun pihak terkait memberikan dokumen tersebut.

Lebih dari sembilan bulan telah berlalu sejak kejadian, namun orang tua korban dan pihak-pihak terkait masih belum mencapai kesepakatan mengenai jumlah kompensasi.

Saat ini, perusahaan robot tersebut bersedia menanggung biaya pengobatan dan menawarkan tambahan 20.000 yuan RMB untuk penyelesaian melalui mediasi. Namun, keluarga korban mengatakan biaya perawatan lanjutan dan penghilangan bekas luka sangat tinggi, dan beberapa tahun mendatang anak tersebut kemungkinan masih membutuhkan operasi lanjutan.

Keluarga meminta kompensasi sekaligus sebesar 150.000 yuan RMB. Jumlah tersebut mencakup biaya pengobatan dan transportasi yang telah dikeluarkan, serta biaya perawatan bekas luka dan gigi di masa mendatang.

Namun, perusahaan Anda Chuangzhan mengatakan keluarga sebaiknya menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur hukum.

Sejumlah Insiden Robot Lain

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai insiden robot buatan Tiongkok yang kehilangan kendali juga terjadi dan memicu perdebatan serta kekhawatiran masyarakat mengenai keselamatan publik.

Pada Februari lalu, dalam sebuah pertunjukan robot humanoid di Kaide Plaza, Chengdu (cabang Meilicheng), sebuah robot kehilangan kendali dan menendang seorang lansia yang sedang menonton hingga terjatuh. Robot tersebut kemudian juga jatuh dan tergeletak di lantai.

Pada akhir Maret, dalam sebuah acara di Shaanxi, sebuah robot yang sedang melakukan pertunjukan tari tiba-tiba mengayunkan lengannya dan menampar wajah seorang anak laki-laki yang menonton dari jarak dekat. Anak tersebut tampaknya menyadari adanya bahaya sebelum terkena pukulan, tetapi tidak sempat menghindar. Robot tetap melanjutkan pertunjukannya setelah melakukan gerakan tersebut.

Pada 8 Maret, dalam pameran “Xuanyong Reborn” di Museum Sains dan Teknologi Shanghai, sebuah robot digantung di udara menggunakan lengan mekanis untuk melakukan pertunjukan. Namun, lengan mekanis tersebut tidak mencengkeram robot dengan kuat sehingga robot kehilangan keseimbangan.

Robot itu kemudian jatuh dari ketinggian ke lantai dan hancur menjadi beberapa bagian, dengan berbagai komponen berserakan di lantai. Insiden tersebut kemudian menjadi bahan ejekan warganet.

Pada 19 Agustus, dalam World Robot Conference 2026 yang digelar di Beijing, sebuah robot di lokasi acara tiba-tiba jatuh ke lantai, berguling-guling dan bergerak liar seperti kehilangan kendali. Para staf segera berusaha “menyelamatkan” robot tersebut, tetapi kendali jarak jauhnya dilaporkan sama sekali tidak berfungsi.

INSPIRASI ERABARU

Bagaimana Topi Biasa Menjadi Simbol Jabatan dalam Sejarah Tradisional Tiongkok

Topi kasa hitam pada awalnya hanyalah penutup kepala sehari-hari yang dikenakan baik oleh rakyat biasa maupun para juru tulis. Dibutuhkan waktu sekitar seribu tahun—serta...

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine