Galon AMDK vs Galon Depot: Ini Dia Perbedaan Proses Sterilisasi yang Wajib Anda Tahu

JAKARTA — Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya air minum yang sehat dan aman, masih banyak yang keliru menganggap bahwa galon isi ulang di depot air minum (DAMIU) sama dengan galon guna ulang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerek. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam hal proses pembersihan, sanitasi, dan pengawasan mutu.

Keduanya memang sama-sama dapat digunakan berulang kali. Namun, pada AMDK bermerek, galon yang kembali ke pabrik menjadi bagian dari sistem produksi yang terintegrasi dan wajib melewati serangkaian proses ketat: pemeriksaan fisik, pencucian dengan deterjen food grade, sanitasi, hingga quality control sebelum diisi ulang dan diedarkan kembali

Sementara pada DAMIU, galon yang umumnya dibawa sendiri oleh konsumen hanya dibersihkan atau dibilas di lokasi depot sebelum dilakukan pengisian. Perbedaan ini menjadi salah satu hal yang perlu dipahami masyarakat ketika membandingkan keamanan kemasan galon guna ulang AMDK bermerek dengan wadah yang digunakan untuk mengisi ulang air di depot.

Proses Sterilisasi Pabrikan vs Pembilasan Depot

Pabrik AMDK internasional memiliki standar tinggi untuk menjaga kebersihan galon. Proses sterilisasi tidak dilakukan sembarangan dan melalui beberapa tahapan yang jauh berbeda dengan proses sterilisasi di depot air minum isi ulang.

Tahap pertama, galon melewati pembersihan mekanis menggunakan sikat khusus untuk menghilangkan kotoran dari dalam dan luar galon. Kedua, sterilisasi dilanjutkan dengan pencucian memakai air panas dan deterjen food grade karena suhu tinggi efektif membunuh mikroorganisme. Ketiga, galon dibilas dengan air murni bertekanan tinggi untuk memastikan tidak ada residu deterjen yang tertinggal. Keempat, galon disterilisasi menggunakan sinar UV atau ozonisasi guna membunuh kuman dan mikroorganisme yang tidak terlihat. Semua proses ini berlangsung secara otomatis, tertutup, dan ramah lingkungan.

Setelahnya, galon akan melewati proses inspeksi satu per satu untuk memeriksa apakah ada keretakan atau kerusakan. Galon yang sudah tidak memenuhi standar langsung dipisahkan untuk didaur ulang dan tidak diedarkan kembali.

Sementara itu, berdasarkan ketentuan higiene sanitasi DAMIU, wadah atau galon harus dibersihkan dengan cara dibilas terlebih dahulu menggunakan air produksi paling sedikit selama 10 detik sebelum dilakukan pengisian. Setelah diisi, wadah juga harus diberi tutup yang bersih.【0†L58-L60】 Proses di depot pada dasarnya berfokus pada pembilasan wadah konsumen sebelum pengisian, sementara pada AMDK galon guna ulang, penanganan galon merupakan bagian dari sistem produksi dan pengendalian kemasan oleh produsen.

Perbedaan Kendali atas Riwayat Kemasan

Perbedaan lainnya adalah soal kendali terhadap riwayat kemasan. Produsen AMDK menggunakan galon sebagai bagian dari sistem kemasan produknya sehingga memiliki tanggung jawab penuh untuk menentukan apakah galon masih layak digunakan kembali. Sementara DAMIU mengisi wadah yang dibawa konsumen sehingga tidak selalu dapat mengetahui bagaimana galon tersebut sebelumnya digunakan, disimpan, atau diperlakukan.

Karena galon bersentuhan langsung dengan air minum, keamanan kemasan tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisiknya. Material penyusun galon juga harus memenuhi persyaratan keamanan untuk kontak dengan pangan sesuai dengan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan.【0†L14-L17】 Pemerintah juga mengawasi ketat peredaran galon guna ulang AMDK bermerek mulai dari audit berkala hingga mengawasi proses sanitasi sebelum digunakan kembali.

Jaminan Keamanan dari Pemerintah

“Produk AMDK merupakan produk yang diberlakukan SNI secara wajib serta dilakukan pemantauan dan pengujian parameter kualitas melalui audit surveilans secara berkala untuk memastikan keamanan konsumsi di tingkat konsumen,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Merrijantij Punguan Pintaria di Jakarta.

Keamanan galon guna ulang pabrikan juga sudah dijamin oleh BPOM. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa galon-galon tersebut sudah terstandar SNI dan mendapatkan pengawasan otoritas secara berkala guna menjamin kesehatan dan kebersihannya.

“Ya tentu aman, yang sudah (tersertifikasi) Badan POM-nya sudah pasti aman. Karena kan salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan kalau dia sudah punya SNI. Jadi semua kemasan yang ber-SNI itu aman,” kata Taruna Ikrar.

Karena itu, galon guna ulang AMDK bermerek tidak tepat disamakan dengan galon yang sekadar dibawa ke depot untuk diisi ulang. Masyarakat diimbau untuk lebih memahami perbedaan mendasar ini agar tidak keliru dalam memilih dan mengonsumsi air minum sehari-hari.

INSPIRASI ERABARU

Bagaimana Topi Biasa Menjadi Simbol Jabatan dalam Sejarah Tradisional Tiongkok

Topi kasa hitam pada awalnya hanyalah penutup kepala sehari-hari yang dikenakan baik oleh rakyat biasa maupun para juru tulis. Dibutuhkan waktu sekitar seribu tahun—serta...

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine