Serangan udara Rusia terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya telah memasuki hari ketiga berturut-turut. Pihak Ukraina pada Sabtu (29 Agustus) mengatakan bahwa pada malam sebelumnya pasukan Rusia menyerang sebuah fasilitas penyimpanan amunisi di pinggiran Kyiv, yang kemudian memicu ledakan besar. Sebanyak 37 orang tewas, puluhan lainnya terluka, dan lebih dari 370 orang terpaksa dievakuasi.
EtIndonesia.com Ledakan terjadi pada Jumat (28 Agustus) larut malam di Desa Myra, Distrik Bucha, Oblast Kyiv.
Sejumlah rumah hancur, sementara atap dan dinding mengalami kerusakan parah. Mobil dan garasi juga terdampak. Ledakan tersebut menyebabkan sedikitnya 37 orang tewas, puluhan orang terluka, dan lebih dari 370 orang dievakuasi.
Ketika ledakan terjadi, warga di sekitar lokasi menghadapi kobaran api yang dahsyat dan gelombang kejut.
Warga Ukraina Halyna Horodetska mengatakan: “Saat itu, dinding api bergerak ke arah kami. Anak saya berlutut dan berteriak, ‘Mama, tiarap!’ Jadi saya juga tiarap dan mulai merangkak pulang dengan berlutut. Kami sama sekali tidak bisa berjalan karena dinding api itu akan menelan kami. Jadi kami hanya bisa merangkak dengan berlutut.”
Warga Lyudmyla Pentsii mengatakan: “Atap rumah terlebih dahulu terbakar, jadi kami menelepon pemadam kebakaran. Namun, mereka tidak berhasil menyelamatkan rumah ini. Rumah itu hampir seluruhnya terbakar, hanya fondasinya yang tersisa.”
Pada Sabtu (29 Agustus), petugas penyelamat terus membersihkan lokasi bencana di pinggiran Kyiv. Pemerintah juga mendirikan tenda-tenda sementara untuk menyediakan makanan dan bahan bangunan guna membantu warga yang telah dievakuasi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu bahwa serangan pertama Rusia menghantam salah satu fasilitas penyimpanan amunisi milik pasukan pertahanan Ukraina. Serangan tersebut kemudian memicu ledakan dalam jumlah besar yang melibatkan peluru artileri, ranjau, drone, dan berbagai jenis persenjataan lainnya.
“Di Desa Myra, Distrik Bucha, setelah Rusia melancarkan serangan, ledakan mulai terjadi. Ini adalah situasi yang mengerikan. Sangat mengejutkan melihat kelalaian orang-orang yang menyimpan bahan peledak seperti itu di dekat pemukiman warga,” katanya.
Zelenskyy mengatakan bahwa di antara korban tewas terdapat kepala desa dari desa tetangga, yang meninggal ketika sedang membantu operasi penyelamatan.
Dewan desa di sekitar lokasi bencana juga mengibarkan bendera setengah tiang untuk mengenang kepala desa dan warga lainnya yang menjadi korban. Pemerintah terus menyalurkan makanan dan berbagai bantuan kepada warga yang terdampak.
Pada Sabtu, sirene pertahanan udara kembali terdengar di Kyiv. Pihak Ukraina memperingatkan bahwa gelombang baru drone sedang menuju ibu kota.
Sejak Kamis (27 Agustus), pasukan Rusia telah menyerang Kyiv dan wilayah sekitarnya selama tiga hari berturut-turut. Rusia menggunakan sejumlah besar drone dan meningkatkan penggunaan rudal balistik serta drone jet. Serangan tidak hanya menyasar target militer Ukraina, tetapi juga berdampak pada supermarket, fasilitas pos, serta gudang-gudang sipil lainnya.
Reporter NTDTV, Yixin, berkontribusi dalam laporan ini.


