KTT G20 di AS Fokus pada Ekonomi Global Hingga Menkeu Rusia Hadir, Perang Rusia-Ukraina serta Tiongkok dan Iran Menjadi Sorotan 

EtIndonesia.com  Saat ini, pertemuan dua hari para Menteri Keuangan G20 sedang berlangsung di Asheville, North Carolina. Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, menghadiri pertemuan tersebut, yang memicu ketidakpuasan dari sejumlah pejabat Eropa.

Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan bahwa sebelum perang Rusia-Ukraina berakhir, Rusia tidak akan mendapatkan keringanan ekonomi apa pun dan juga tidak akan dapat mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat mengenai isu-isu lainnya.

Menurut laporan Reuters, Bessent secara tegas menyampaikan kepada Siluanov bahwa sebelum Rusia mengakhiri perang di Ukraina, sanksi ekonomi terhadap Rusia tidak mungkin dicabut, dan tidak mungkin pula mencapai kesepakatan mengenai isu-isu lainnya.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa fokus utama pembicaraan antara keduanya adalah rencana perdamaian untuk Ukraina yang diusulkan Presiden Donald Trump.

Selain itu, Bessent mendesak negara-negara anggota G20 untuk meninjau kembali hubungan perdagangan mereka dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dalam wawancara sebelum pertemuan, ia mengatakan bahwa dunia tidak mampu menanggung Tiongkok yang memiliki surplus perdagangan sebesar 1,2 triliun dolar AS. Menurutnya, perekonomian Tiongkok sangat lemah dan Tiongkok sedang berusaha keluar dari kesulitan dengan mengandalkan ekspor.

“Saya sering mengatakan dalam negosiasi perdagangan dengan pihak Tiongkok bahwa kami tidak ingin memutuskan hubungan, tetapi kami harus mengurangi risiko. Kami harus mengurangi risiko di semua kawasan di seluruh dunia,” katanya. 

Isu Iran juga menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan itu. 

Bessent mengatakan: “Minggu ini kami mungkin akan mengumumkan satu sanksi terhadap sektor perbankan, dan minggu depan kami akan mengumumkan satu lagi. Kami sedang berkomunikasi dengan para sekutu kami. Mereka semua telah mengambil sikap, dan kami juga mendapatkan dukungan yang sangat kuat dari berbagai pihak.”

Bessent mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan tekanan ekonomi untuk melumpuhkan rezim Iran. Ia juga mengatakan, seperti yang disampaikan Presiden Trump, memorandum kesepahaman sebelumnya gagal dilaksanakan karena pihak Iran belum siap mencapai kesepakatan.

Sementara dalam bidang kecerdasan buatan (AI), Amerika Serikat mendorong agar regulasi yang berlebihan dihindari serta investasi dan inovasi AI didorong. Ketua Federal Reserve, Warsch, juga mengatakan bahwa ekonomi global sedang memasuki gelombang investasi yang didorong oleh industri-industri baru, termasuk kecerdasan buatan.

CEO SpaceX Elon Musk: “Saya pikir kecerdasan buatan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi global sebesar 20% hingga 30%. Itu merupakan perkiraan kasar saya. Artinya, pertumbuhan sekitar 20 triliun hingga 30 triliun dolar AS per tahun.”

Laporan gabungan reporter NTDTV, Xiao Chang.

INSPIRASI ERABARU

Cara Mengenali Tanda-Tanda Peringatan Stroke dan Mencegah Kerusakan Otak dengan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Seorang dokter pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) yang berbasis di Taiwan memaparkan berbagai sinyal fisik yang dikirim tubuh sebelum stroke terjadi, menjelaskan patologi yang mendasarinya...

Jerat Algoritma dan Hilangnya Rasa Hormat: Refleksi Etika Digital dari Kematian Tragis Dua Konten Kreator

Kehidupan di era digital telah bergeser dari sekadar ruang berbagi informasi menjadi panggung perebutan perhatian tanpa batas. Di bawah kendali algoritma yang tak kasat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine