Seorang perempuan asal Tiongkok berusia 29 tahun diculik oleh empat pria Thailand dan hendak dibawa ke Distrik Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, di kawasan perbatasan Thailand–Myanmar. Perempuan tersebut akhirnya berhasil diselamatkan oleh polisi.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa keempat pria tersebut telah ditangkap secara bertahap. Setelah penangkapan, polisi menemukan sejumlah foto penculikan lainnya di ponsel para tersangka, yang menimbulkan dugaan bahwa masih ada korban lain.
EtIndonesia.com Pada larut malam 23 Agustus waktu setempat, korban dibawa oleh empat pria Thailand ke dalam sebuah sedan Nissan Teana berwarna hitam. Ketika kendaraan melaju di Jalan Ratchadamnoen di Desa Nai Mueang, Distrik Mueang, korban berhasil melompat dari mobil untuk melarikan diri dan meminta bantuan warga setempat.
Polisi kemudian berhasil menghentikan sebuah kendaraan yang dicurigai dan menyelamatkan perempuan tersebut.
Menurut laporan media Thailand seperti Daily News dan Thai Examiner, polisi Thailand kini memperluas penyelidikan atas kasus penculikan tersebut. Dalam proses pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah foto di ponsel para tersangka. Di dalamnya terdapat foto beberapa warga negara Tiongkok yang diikat dan ditahan, dengan kondisi yang diduga mirip dengan kasus ini.
Pada saat yang sama, penyidik menemukan sejumlah petunjuk dari ponsel tersangka dan data elektronik lainnya. Sebagian informasi tersebut mengarah ke wilayah Provinsi Ayutthaya, Thailand.
Pihak berwenang telah menyita data-data tersebut sebagai bukti penting. Mereka sedang menyelidiki kapan dan di mana foto-foto itu diambil, apakah orang-orang yang terlihat dalam foto masih selamat, apakah mereka memiliki hubungan dengan keempat tersangka dalam kasus ini, serta apakah di balik kasus tersebut terdapat jaringan kejahatan lintas negara yang lebih kompleks.
Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya warga negara Tiongkok lainnya yang menjadi korban penipuan serupa.
Selain itu, penyidik sedang memeriksa catatan komunikasi, transaksi keuangan, data pergerakan kendaraan, serta bukti elektronik lainnya milik para tersangka untuk mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik kejahatan tersebut.
Berdasarkan keterangan terbaru dari perempuan Tiongkok yang menjadi korban, sebelumnya ia bertemu dengan seorang perempuan Tiongkok saat bepergian di Singapura. Perempuan tersebut kemudian mengundangnya ke Thailand dan mengatakan bahwa ada peluang untuk berbisnis atau menghasilkan uang di sana.
Perempuan tersebut juga menawarkan untuk membayar biaya tiket pesawat dan akomodasinya, serta mengatakan bahwa seseorang akan menjemputnya di bandara setelah tiba di Thailand.
Setelah korban tiba di Thailand, sebuah keluarga yang terdiri dari tiga orang menjemputnya di bandara. Mereka kemudian membawanya ke sebuah tempat tinggal di sekitar Provinsi Samut Prakan.
Keesokan harinya, seorang pria Thailand berusia 24 tahun datang menjemputnya dengan mobil. Karena masih mengira bahwa perjalanan tersebut telah diatur oleh teman Tiongkok yang dikenalnya, korban pun masuk ke dalam mobil.
Dalam perjalanan, tiga pria lainnya naik ke mobil secara bertahap. Satu orang duduk di kursi depan, sedangkan dua lainnya duduk di kedua sisi korban di kursi belakang, sehingga korban berada di tengah.
Korban mulai menyadari bahwa situasinya tidak normal dan berusaha melawan. Namun, beberapa pria tersebut berhasil mengendalikannya, mengikat kedua tangannya, dan mengawasinya dengan ketat.
Ketika mobil tiba di Provinsi Kamphaeng Phet, korban melihat adanya pos pemeriksaan polisi di depan. Ia berhasil memberikan sinyal meminta pertolongan.
Namun, bukannya berhenti, pengemudi justru mempercepat kendaraan dan menerobos pos pemeriksaan untuk melarikan diri. Polisi segera melakukan pengejaran. Pada akhirnya, keempat pria tersebut berhasil ditangkap dan korban diselamatkan.
Saat ini, polisi akan menjerat para tersangka dengan sejumlah tuduhan, termasuk penyerangan, perampokan, penyekapan ilegal, dan mengemudi setelah menggunakan narkoba.
Jika penyelidikan lebih lanjut menemukan adanya tindakan merekrut, memindahkan, atau mengendalikan korban untuk memperoleh keuntungan secara ilegal, polisi akan menambahkan dakwaan lainnya.


